SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tanggapan Pengelola Butik tentang Kompetensi Siswa SMK pada Program Keahlian Tata Busana

Fatwa Ayu Rosida

Abstrak


ABSTRAK

 

Rosida, Ayu, Fatwa. 2013. Tanggapan Pengelola Butik Tentang Kompetensi Siswa SMK Pada Program Keahlian Tata Busana. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M. Pd, (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.

 

Kata Kunci : Tanggapan Pengelola Butik, Kompetensi, Tata Busana

 

Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat dicapai melalui pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan dan perubahan pada masyarakat. Tujuan utama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja handal dengan mengutamakan kemampuan kejuruan jenis tertentu. Namun kenyataannya cukup kontradiktif, SMK sebagai lembaga yang mempersiapkan lulusan siap kerja justru sebaliknya. Angka pengangguran tertinggi berdasarkan pendidikan didominasi oleh lulusan SMK. Salah satu cara untuk meningkatkan skill dan menambah pengalaman siswa SMK khususnya program keahlian tata busana yaitu dengan melaksanakan praktek kerja industri (prakerin). Prakerin merupakan bagian dari program pembelajaran yang dilaksanakan di dunia industri. Hasil survei menunjukkan sebagian siswa melaksanakan prakerin di butik. Kompetensi yang diberikan pengelola butik kepada siswa SMK yaitu kompetensi menjahit, menghias busana, membuat pelengkap busana, dan mengerjakan bagian finishing. Oleh sebab itu peneliti ingin mengetahui bagaimana tanggapan pengelola butik tentang kompetensi siswa SMK pada program keahlian tata busana.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dari penelitian ini yaitu pengelola butik yang menjadi tempat prakerin siswa SMKN se-Kota Madya Malang yaitu SMKN 3 Malang, SMKN 5 Malang, dan SMKN 7 Malang yang berjumlah 13 pengelola butik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan jumlah pertanyaan 46 item. Uji instrumen menggunakan uji validitas konstuk dan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha dengan nilai 0,828.  

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan dari 13 pengelola butik menyatakan bahwa: (1) siswa kompeten dalam menjahit busana butik, (2) siswa kompeten dalam menghias busana, (3) siswa kompeten dalam membuat pelengkap busana, dan (4) siswa kompeten pada bagian finishing busana butik. Simpulan; pengelola butik menyatakan bahwa kompetensi siswa prakerin pada program keahlian tata busana sudah kompeten. Saran; kepada pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disarankan agar tetap mempertahankan kompetensi yang sudah dimiliki siswa dan mengembangkan pengetahuan serta keterampilan sesuai dengan perkembangan di dunia industri khususnya butik seperti, teknik menghias busana dan pelengkap busana.