SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Eksplorasi Motif Tapis Lampung

ari miswan

Abstrak


ABSTRAK

Miswan, Ari. 2012. Eksplorasi Motif Tapis Lampung. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd, (II) Dra. Esin Sintawati.

 

Kata Kunci: Tapis, Motif Tapis

Lampung merupakan merupakan provinsi yang memiliki seni tradisi Tapis yang mempunyai karakteristik tersendiri dibandingkan dengan provinsi lain. Dengan adanya penelitian tentang Tapis yang ada di Lampung maka dapat dipaparkan ciri dan makna dari Tapis Lampung.

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskripstif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi. Analisis data ada tiga langkah yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data, teknik, dan waktu,  peningkatan ketekunan dan perpanjangan pengamatan.

Berdasarkan hasil penelitian peneliti di lapangan maka: (1) sejarah Tapis Lampung yang muncul pada abad II masehi masyarakat Lampung mulai mengenal kain tenun. Pada awalnya masyarakat  Lampung mengenal cara menenun dengan menggunakan benang kapas,  dan pewarnaanya dengan menggunakan zat pewarna alam. Perkembangan selanjutnya tenunan yang sederhana  ditambah hiasan-hiasan  yang tertera pada hasil tenunan suku Lampung; (2) makna dan perlambang Tapis Lampung dilukiskan dengan motif. Motif Tapis memiliki makna nilai pesan kekeluargaan, ketaatan pada Tuhan. Makna kekeluargaan terkandung pada motif pucuk rebung, makna ketaatan pada Tuhan terkandung pada motif meander.

Saran yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah: (1) agar Tapis Lampung dapat dikenal masyarakat luas, Tapis Lampung didokumentasikan, disosialisasikan, dan diperkenalkan melalui kegiatan pameran; (2) sebaiknya motif Tapis dipatenkan oleh pemerintah daerah setempat, sehingga mendapat perlindungan HKI (Hak atas Kekayaan Intellektual) dan menjadi salah satu aset buadaya provinsi Lampung yang terus dilestarikan; (3) sebaiknya dalam perkembangan motif pada Tapis Lampung tetap mempertahankan makna dan nilai sakral yang terkandung didalamnya. Sedangkan untuk motif Tapis Lampung tetap mempertahankan cirri khas khusus yaitu dengan tidak menghilangkan unsur yang menjadi ciri khas motif Tapis Lampung pada perkembangan selanjutnya.