SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA YANG SESUAI UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI MEMBUAT HIASAN PADA BUSANA DI SMKN 5 MALANG

ERNI BUDIARTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Erni Budiarti.2012. Penerapan Model Pembelajaran Siklus Dengan Menggunakan Media  Yang Sesuai Untuk Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana Di SMKN 5 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd, Pembimbing  (II) Dra. Dwi Astuti SA, M.Kes.

 

Kata Kunci :   Siklus Belajar (Learning Cycle), Media yang sesuai, Proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana.

 

            Guru merupakan kunci kesuksesan dari proses dan hasil pembelajaran yang berlangsung dalam pelaksanaan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di dalam kelas. Guru seharusnya juga merupakan sosok yang patut dicontoh dan ditiru dalam segala tindakan dan dari aplikasi ilmu yang diberikan kepada peserta didik di sekolah.Seorang guru harus mampu mengetahui tentang ilmu yang disampaikan kepada peserta didik dengan benar. Seorang guru juga harus dapat mengambil tindakan apabila ada masalah dalam proses pembelajaran yang disampaikannya demi untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik. Hal tersebut diatas maka guru harus profesional dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik. Salah satu kegiatan keprofesionalan guru adalah dengan menerapkan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) untuk menyelesaikan kekurangan atau adanya masalah pada proses pembelajaran dan hasil belajar yang tidak sesuai dengan harapan guru. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti pada pembelajaran Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana di SMKN 5 Malang, diketahui bahwa proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Busana belum sesuai harapan guru yaitu nilai siswa tidak hanya pada batas KKm. Pada proses pembelajaran peserta didik tidak tuntas sesuai SK (Standar Kompetensi) yang ada pada silabus dan hasil belajar peserta didik hanya pada batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 7,78. Berdasarkan masalah yang ada pada proses pembelajaran tersebut sebagai seorang guru, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran siklus  (Learning Cycle) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Busana.

            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pembelajaran model Siklus Belajar (Learning Cycle) dengan menggunakan media yang sesuai yaitu media gambar-gambar, media fragmen dan media benda jadi untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana Di SMKN 5 Malang Tahun Ajaran 2012-2013.

             Penelitian ini  menggunakan pendekatan deskriptif, karena peneliti lebih banyak mengumpulkan data baik dalam bentuk data kualitatif maupun data kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subyek siswa kelas II semester III di SMKN 5 Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah: (1). Observasi, digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, (2). Catatan lapangan, digunakan untuk melengkapi data yang tidak terekam dalam lembar observasi, (3). Hasil tes praktik, untuk mengetahui hasil belajar praktik pada akhir siklus belajar siswa, (4). Hasil tes tulis, untuk mengetahui hasil belajar teori pada akhir siklus belajar siswa. Data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Data kuantitatif dianalisis dengan mencari nilai rata-rata dan presentasenya.

             Hasil penilaian pada siklus I, antara lain adalah : (1). Presentase keberhasilan observasi kegiatan siswa mencapai 75,7%. (2). Presentase keberhasilan  observasi pengelolaan pembelajaran guru mencapai 81,3%. (3). Presentase keberhasilan hasil tes praktik siswa mencapai 36,7%. (4). Presentase keberhasilan hasil tes teori siswa mencapai 63,3%. Hasil data tersebut diketahui bahwa pelaksanaan tindakan siklus I masih belum memenuhi hasil yang diharapkan. Hasil penilaian pada siklus II, antara lain adalah (1).  Presentase keberhasilan observasi kegiatan siswa mencapai 87,5%. (2). Presentase keberhasilan  observasi pengelolaan pembelajaran guru mencapai  92,4%. (3). Presentase keberhasilan hasil tes praktik siswa mencapai 70%. (4). Presentase keberhasilan hasil tes teori siswa mencapai 80%. Hasil data tersebut diketahui bahwa pelaksanaan tindakan siklus II lebih baik dan ada peningkatan dari siklus I tetapi masih perlu ditingkatkan lagi pada siklus III sebagai akhir siklus. Hasil penilaian pada siklus III, antara lain adalah (1).  Presentase keberhasilan observasi kegiatan siswa mencapai 93%. (2).Presentase keberhasilan  observasi pengelolaan pembelajaran guru mencapai 95,4%. (3). Presentase keberhasilan hasil tes praktik siswa mencapai 90%. (4). Presentase keberhasilan hasil tes teori siswa mencapai 100%.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan siklus III sangat baik dan semakin menujukkan peningkatan yang lebih besar dari  pada  siklus I dan II namun demikian guru harus selalu mengembangkan model pembelajaran untuk meningkatkan proses, hasil belajar dan belajar yang semakin baik lagi. Dengan demikian maka menunjukkan bahwa “Penerapan Model Pembelajaran Siklus Dengan Menggunakan Media Yang Sesuai Untuk Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana Di SMKN 5 Malang” dapat berhasil untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas XI semester III tahun ajaran 2012-2013.