SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisa Hasil Pola Draping dan Pola Meyneke pada Pembuatan Kebaya Pesta. Skrips

frieska murbeng timur

Abstrak


ABSTRAK

 

Timur, Frieska Murbeng. 2011. Analisa Hasil Pola Draping dan Pola Meyneke pada Pembuatan Kebaya Pesta. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih, M. Pd., (II) Agus Sunandar, S. Pd., M. Sn.

 

Kata kunci: Pola, draping, meyneke, kebaya, kenyamanan.

Pola merupakan bagian penting dalam pembuatan sebuah busana khususnya kebaya. Kebaya akan terlihat indah jika melekat tepat pada badan dan nyaman dikenakan. Pola draping adalah pola yang dihasilkan dengan cara menyampirkan bahan busana atau kertas baik pada boneka maupun langsung pada badan seseorang. Pola meyneke adalah salah satu jenis pola dasar konstruksi datar yang mempunyai lebih dari satu kupnat yaitu kupnat bahu depan dan belakang serta pinggang, sehingga sesuai untuk busana pas badan. Jenis pola-pola tersebut masing-masing mempunyai perbedaan dalam proses pembuatannya. Tetapi terdapat satu hal yang menarik minat penulis untuk meneliti lebih  jauh, yaitu bagaimana tingkat kenyamanan masing-masing pola tersebut jika diaplikasikan pada kebaya pesta? Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kenyamanan kebaya pesta yang dibuat dengan pola meyneke dan draping, disamping kelebihan dan kelemahan pola masing-masing kebaya tersebut.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subyek penelitian pola draping dan meyneke yang diterapkan pada hasil pembuatan kebaya pesta. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi dan dokumentasi. Metode observasi dilakukan oleh panelis ahli busana sebagai pengamat, penilai sifat atau mutu benda berdasarkan kesan subyektifitas untuk menguji sampel penelitian, metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data pendukung tentang kebaya, pola dasar sistem draping dan meyneke serta ukuran standart medium (M) dari buku-buku, dan sebagainya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola draping kriteria titik pas atau fitting factor menunjukkan persentasi bahwa pada kategori nyaman dengan nilai 3 tercapai 85,19% dari total kenyamanan titik pas kebaya, karena item kenyamanan yang terpenuhi dengan nilai di atas rata-rata  2,56 adalah 7 kriteria dari 9 kriteria yang digunakan. Sedangkan untuk kategori kurang nyaman dengan nilai 4 sebanyak 7,41 % masing-masing terletak pada garis bahu dan garis sisi kebaya. Sedangkan kategori tidak nyaman bernilai 2 sebanyak 7,41% karena item tidak nyaman yang dihasilkan dengan nilai di atas rata-rata  0,22 adalah 1 item kriteria garis bahu dari total 9 kriteria yang digunakan.

Penilaian titik pas atau fitting factor pola meyneke dengan kriteria titik pas, pola meyneke pada kedudukan kerung leher, garis bahu, lingkar pinggang, lipit kup, punggung dan lingkar panggul pas atau nyaman. Tetapi pada kedudukan lingkar badan tetarik dan TM tidak lurus dan garis sisi pakaian kurang nyaman karena posisi sedikit miring ke belakang. Kriteria titik pas atau fitting factor menunjukkan persentasi bahwa pada kategori nyaman dengan nilai 3 tercapai 92,59% dari total kenyamanan titik pas kebaya, karena item kenyamanan yang terpenuhi dengan nilai di atas rata-rata  2,78 adalah 7 item kriteria dari 9 kriteria yang digunakan. Sedangkan untuk kategori kurang nyaman dengan nilai 2 sebanyak 3,70% karena item kurang nyaman yang diperoleh dengan nilai di atas rata-rata 0,11 pada garis sisi kebaya. Kategori tidak nyaman menunjukkan 1 item kriteria dari 9 kriteria yang digunakan bernilai 1 sebanyak 3,70% karena item tidak nyaman yang dihasilkan dengan nilai di atas rata-rata  0,11 yaitu pada kedudukan lingkar badan.

Saran yang diajukan kepada peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian dengan pola draping dan meyeneke, adalah dapat menggunakan bahan dan metode yang beragam atau berbeda. Untuk para praktisi busana, disarankan menggunakan poin-poin ukuran yang lengkap, misalnya lingkar badan dan panggul 1, 2 dan 3, agar bentuk busana terutama sisi kebaya dapat pas pada badan dan tidak mengggelembung atau tertarik. Pola draping menuntut ketelitian dalam memilih bahan sebagai polanya, jenis bahan pola dan bahan asli harus sama karena akan mempengaruhi kelenturan bahan atau bahan pola saat ditarik atau dilipat mengikuti desain pada badan model atau dressform. Memetakan badan model untuk memperoleh pola draping harus teliti karena jika miring maka posisi bahu dan garis sisi akan miring sehingga terasa tidak nyaman saat kebaya dipakai. Kerung lengan harus diberi kelonggaran maksimal 2 cm untuk ruang gerak lengan pada ketiak. Jeda waktu mengukur badan dan pengerjaan kebaya sampai pada waktu pengepasan tidak boleh terlalu lama karena akan mempengaruhi pengepasan kebaya baik volume tubuh yang membesar atau mengecil (gemuk dan kurus). Memilih bahan disarankan yang bertekstur baik, maksudnya tidak tajam perbedaan motifnya pada permukaan kain, terutama kain tile karena akan mempengaruhi setikan dan hasil jadi jahitan (gelombang).