SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN KONSEP BELAJAR TRINGO DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATA KULIAH MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM

Diana Risma Chulashotud

Abstrak


RINGKASAN

Diana, Risma Chulashotud. 2019. Hubungan Konsep Belajar TRINGO dengan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi pada Mata Kuliah Model Pengembangan Kurikuum Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Dedi Kuswandi, M. Pd (II) Saida Ulfa, S.T., M.Ed., Ph.D

Kata Kunci: kemampuan berpikir tingkat tinggi, konsep belajar tringo, mata kuliah model pengembangan kurikulum

Pembelajaran merupakan aktivitas utama dalam proses pendidikan. Kegiatan pembelajaran merupakan interaksi yang melibatkan pendidik, peserta didik dan materi atau bahan ajar yang bersinambungan. Dalam proses pembelajaran sering terjadi permasalahan baik dari masalah ringan hingga masalah yang kompleks. Mahasiswa semestinya sudah masuk ranah kemampun tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi juga sering dikaitkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Berpikir kreatif dapat diperoleh ketika peserta didik menemukan dan menggunakan ide yang baru namun masih bersifat rasional (Gunawan.et al, 2017).

 Kemampuan berpikir tingkat tinggi terjadi ketika peserta didik mengaitkan informasi baru dengan informasi yang sudah tersimpan dalam ingatan kemudian dihubungkan sehingga dapat mengembangkan informasi tersebut. Tujuannya adalah mencari penyelesaian terhadap suatu masalah, sehingga proses mengaitkan informasi tersebut umumnya dipicu oleh suatu masalah yang dapat melibatkan kemampuan berpikir seseorang. Pemilihan metode, model dan strategi belajar juga dominan untuk mencapai tujuan pembelajaran.   (Erfan & Ratu, 2018: 209).

Konsep belajar TRINGO (ngerti, ngrasa, ngelakoni) adalah Konsep belajar dari Ki Hadjar Dewantara yang berarti kesadaran belajar peserta didik untuk memahami (ngerti) apa yang dipelajari peserta didik, kemudian merasa-rasakan atau mengintrnalisasi apa yang sudah dipelajarinya ke dalam hati sebagai wujud hasil belajar(ngrasa), setelah itu mengimplementasikan hasil belajar peserta didik di dalam kehidupan nyata (ngelakoni) (Kuswandi, 2018). Untuk mengkaji hubungan kemapuan berpikir tingkat tinggi dengan implementasi  pendekatan Konsep belajar TRINGO pada mahasiswa mata kuliah model pengembangan kurikulum.

Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab hubungan perilaku yang disebabkan peristiwa atau kegiatan pada variable bebas secara keseluruhan sudah terjadi. Jenis penelitian ex post facto yang digunakan adalah casual research. Penelitian dilakukan pada mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Malang ankatan 2016. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa yang sudah mengikuti matakuliah model pengembangan kurikulum menggunakan pendekatan Konsep belajar TRINGO.

Hasil dari penelitian ini menunjukan hubungan Konsep Belajar TRINGO dengan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) diketahui bahwa nilai Hots mencapai 0,076 artinya hubungan diantara dua variabel tersebut adalah korelasi kuat atau tingkat hubungan kuat. Kesimpulannya Konsep Belajar TRINGO memiliki hubungan kuat dengan Kemampuan berpikir tingkat tinggi. Hal ini terjadi karena Implementasi Konsep belajar TRINGO melibatkan kegiatan menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan dalam proses pembelajaran. Kesimpulannya Konsep belajar TRINGO menjadi pondasi pendidikan, tinggal yang lain sebagai pengembangan. Kemudian dalam penelitian ini TRINGO dikembangkan dalam bentuk konsep belajar yang dapat memaksimalkan kemampuan berpikir tinggi mahasiswa.