SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EKSPLORASI PROGRAM SEKOLAH PASRAMAN SASANA PUTRA PANDAWA SEBAGAI MODEL AFTER SCHOOL PROGRAM DALAM PENINGKATAN SIKAP BUDI PEKERTI DI LINGKUNGAN KELUARGA HINDU DESA SEDAENG KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN

amiruddin Machmud

Abstrak


RINGKASAN

Amiruddin, Machmud. 2019. Pelaksanaan Program Sekolah Pasraman Dalam Peningkatan Sikap Budi Pekerti di Lingkungan Keluarga Hindu Desa Sedaeng Kecamatan Tosari, kabupaten Pasuruan. Skripsi, Prodi Teknologi Pendidikan, Fakultas ilmu pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Henry Praherdhiono S.Si, M.Pd. (II) Dr. Agus Wedi S.Pd, M.Pd.

Kata Kunci : program sekolah pasraman, Pendidikan Budi Pekerti, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi  Pendidikan merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap individu, karena di dalam setiap ajaran agama seseorang berkwajiban dalam mendapatkan pendidikan, jalur pendidikan nonformal merupakan mekanisme pendiidkan yang memberikan peluang bagi setiap individu untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pembelajaran seumur hidup, semua bentuk pendidikan yang dilakukan secara sengaja dan terencana diluar lembaga sekolah. Dalam paradigma pembelajaran ada dua pandangan yang saling bertentangan, antara anggapan guru sebagai sesorang yang paling berilmu sedangkan murid adalah seseorang yang perlu mendapat ilmu, sedang kebalikannya adalah memandang siswa yang memiliki kesempatan sepenuhnya untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Dari paradigma yang ada sistem pendidikan saat ini di semua jalur menciptakan sistem pendiidkan dimana lebih menekankan penanaman nilai dan sikap siswa, untuk mengatasi krisis moral di kalangan remaja saat ini.

 Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian  deskriptif. Bogdan dan Taylor (dalam Moleong 2014:14) bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati, sedangkan Arikunto (2013:3) menyatakan bahwa “penelitian deskriptif merupakan penelitian yang benar-benar memaparkan apa yang terdapat atau terjadi dalam sebuah kancah, lapangan, atau wilayah tertentu”. Untuk mengetahui bagaimana manajemen pendidikan sekolah Pasraman Sasana Putra Pandawa maka tepat jika diskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini.

 Sekolah pasraman menjadi salah satu pilihan fokus pendidikan dengan model pembelajaran after school program berbasis religi, layaknya agama non hindu yang memeiliki jam tambahan disekolah sebagai salah satu mata pelajaran namun pendidikan agama di sekolah masih sangat terbatas yakni hanya mendapat alokasi waktu sekitar 2 jam pelajaran dalam satu minggu. Sekolah pasraman sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan akan pendidikan agama secara mendalam, nilai yang diajarakan pada sekolah pasraman tidak hanya terbatas sebagai ilmu pengetahuan namun juga menekankan pada nilai norma  dan sikap budi pekerti serta keterampilan dalam mempersiapkan mental bermasyarakat. Pendekatan kontruktivisme akan menciptakan pembelajaran yang berfokus pada perkembangan peserta didik, selain menerima informasi baru siswa juga akan belajar pengembangan sikap dan kepribadian mereka melalui internalisasi diri, metode ceramah dalam materi pendidikan agama menjadi pilihan yang tepat, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kesalahan konsep siswa dalam memaknai sebuah materi, dalam menilai sikap dan karakter dalam proses berkembangnya siswa, guru Pasraman menerapkan evaluasi dengan cara tes lisan dan praktik, keunggulan menggunakan tes ini adalah guru akan lebih mudah mengetahui perkembangan peserta didik mereka secara langsung dan tepat karena dilakukan secara spontan.

  Berdasaarkan paparan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program Sekoah Pasraman Sasana Putra Pandawa dalam mengatasi problematika pendidikan yang sedang terjadi terutama dalam bidang pendidikan moral dan Budi Pekerti. Dengan adanya penelitian ini para pelaku pendiidkan baik sekolah formal maupun nonformal mampu mengadopsi beberapa cara yang strategis dalam pendidikan karakter. Sebagai penyempurna program perlunya pelaku manajemen program untuk lebih serius dalam merang sebuah program pendidikan, agar pelaksanaannya dapat sesuai dengan maksud dan tujuan yang derencanakan.