SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN KURIKULUM MUATAN LOKAL HADRAH AL-BANJARI DI MI WAHID HASYIM I NGAMPELREJO

ST MA'UNAH

Abstrak


Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya, ras suku dan agama yang berbeda mengakibatkan Indonesia dijuluki sebagai negara multikutural. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kearifan lokal dan dapat menjadi potensi daerah yang ada pada masing-masing wilayah. Dengan adanya keberagaman kultur tersebut perlu untuk dilestarikan. Salah satu cara agar kultur atau budaya dapat dilestarikan dengan baik ialah melalui Pendidikan. Dengan memperkenalkan keadaan lingkungan, sosial dan budaya kepada peserta didik dapat mengakrabkan mereka lebih dalam dengan lingkungannya. Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas beragama islam juga memiliki budaya dan kesenian islam. Salah satu kesenian islam yang populer di Indonesia ialah Hadrah Al-banjari. Di daerah Kabupaten Jember khususnya di Desa Ngampelrejo Hadrah Al-banjari banyak dikenal dikalangan masyarakat. Pada pengembangan kurikulum muatan lokal ini mengambil Hadrah Al-banjari sebagai kebudayaan islam yang ada di Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan.

Pengembangan kurikulum muatan lokal Hadrah Al-banjari bertujuan untuk melestarikan seni musik Hadrah Al-banjari khususnya ke dalam jenjang pendidikan dasar Madrasah Ibtidaiyah sehingga dapat mengenalkan seni musik ini kepada masyarakat sejak dini yang diharapkan dapat melestarikan dan meneruskan kepada generasi selanjutnya.

Dalam penelitian ini mengambil subjek penelitian di MI Wahid Hasyim I Ngampelrejo Kabupaten Jember untuk jenjang kelas V. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan pendekatan kompetensi. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif (instrumen ahli kurikulum, ahli materi) dan kuantitatif (observasi dan wawancara).

Hasil Pengembangan kurikulum muatan lokal Hadrah Al-banjari dinyatakan valid. Hasil yang divalidasikan kepada ahli kurikulum yaitu Waka Kurikulum dari pihak sekolah dan Dosen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang sebesar 94.0 %. Untuk materi kurikulum muatan lokal divalidasikan kepada ahli materi yang divalidasikan kepada Kepala MI Wahid Hasyim I tersebut dan pegiat seni Hadrah Al-banjari memperoleh kelayakan mencapai 98.2 %, sehingga kurikulum muatan lokal Hadrah Al-banjari ini layak digunakan di sekolah.