SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas VIII SMPI Karangploso

Agustin Husnul Khotimah

Abstrak


Kata kunci : Pengaruh, Problem Based Learning, Hasil Belajar           

Problem-Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan. PBL merupakan pengembangan kurikulum dan sistem pengajaran yang mengembangkan  secara simultan strategi pemecahan masalah dan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan dengan menempatkan para peserta didik dalam peran aktif sebagai pemecah permasalahan sehari-hari yang tidak terstruktur dengan baik. Dua definisi di atas mengandung arti bahwa PBL atau PBM merupakan setiap suasana pembelajaran yang diarahkan oleh suatu permasalahan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar. Model pembelajaran ini diterapkan pada siswa SMP kelas 8 pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bidang bab Komitmen Kebangsaan di SMP Islam Karangploso.

Metode penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen sederhana (Posttest Only Control Group Design). Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa tes, yakni menggunakan post test yang didukung dengan validasi RPP. Pengumpulan data dilakukan dengan membagi kelas 2 kelompok yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen . Dari masing masing kelas diberikan posttest, dengan memberikan perlakuan yang berbeda untuk model pembelajarannya. Kelas ekperimen diberi perlakuan menggunakan model Problem Based Learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran diskusi.

Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan hasil perhitungan nilai rata-rata post test, masing masing kelas eksperimen 80,00 sedangkan kelas kontrol 69,39. Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan dari kedua kelompok, yaitu (1) kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata diatas KKM 75, sedangkan kelas kontrol dibawah KKM.(2) Kelas eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi dari kelas kontrol. Hal ini dapat disimpulkan dengan menerapkan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.