SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Anak Usia Sekolah Dasar Terhadap Program Siaran Televisi Dalam Mendukung Konsep Diri

Ismi Kulsumaning Ayu

Abstrak


ABSTRAK

 

Ayu, Ismi Kulsumaning. 2017. Persepsi Anak Usia Sekolah Dasar Terhadap Program Siaran Televisi Dalam Mendukung Konsep Diri. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sihkabuden, M.Pd, (II) Drs. H. Zainul Abidin, M.Pd.

 

Kata Kunci : persepsi, anak usia sekolah dasar, program siaran televisi, konsep diri

 

Tingginya jam menonton televisi oleh anak-anak tentunya mempunyai resiko yang tidak bisa disepelekan, mengingat tidak semua tayangan televisi diperuntukkan bagi anak-anak aman di konsumsi oleh anak-anak. Seperti contoh tayangan kartun yang biasanya disukai anak-anak namun dari segi konten tidak baik untuk anak karena mengandung unsur kekerasan. Dari sekian banyak program televisi, program-program pada saat prime time mempunyai pengaruh yang sangat besar dimana pada saat  jam-jam tersebut banyakmasyarakat menonton televisi (pukul 18.00-22.00). Prime Time (jam tayang utama) merupakan saat seluruh anggota keluarga berkumpul bersamasetelah seharian bekerja diluar rumah. Keluarga sendiri menjadi pendidikan utama bagi anak-anak, jadi bisa dikatakan program televisi yang ditonton keluarga adalah program televisi yang ditonton anak-anak. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai persepsi anak usia sekolah dasar terhadap program siaran televisi dalam mendukung konsep diri tersebut.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup persepsi anak usia sekolah dasar terhadap program televisi yang ditonton, peranan orang tua dalam membantu anak menyaring konten program siaran televisi, dan konsep diri anak usia sekolah dasar.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah beruupa instrument manusia yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap menarik kesimpulan.

Merujuk pada penelitian di atas, diperoleh kesimpulan bahwaanak usia sekolah dasar dari kalangan menengah keatas difasilitasi televisi secara pribadi di dalam kamarnya karena televisi di rumahnya lebih dari satu. Hal itu menyebabkan anak mempunyai akses yang bebas dalam menentukan program siaran yang ditonton dan tanpa pantauan orang tua. Sedangkananak usia sekolah dasar dari kalangan menengah kebawah hanya memiliki satu televisi di rumahnya, sehingga anak harus berkompromi dengan anggota keluarga lain dalam memilih tayangan televisi. Saat prime time mereka yang menonton bersama anggota keluarga, kendali pilihan acara televisi lebih cenderung pada pilihan Ibu daripada anggota keluarga yang lain.

Saat anak usia sekolah dasar menirukan adegan tayangan televisi yang ditontonnyaterjadi proses identifikasi terhadap orang lain yang menjadi salah satu faktor yang memperngaruhi konsep diri anak usia sekolah dasar. Jika anak-anak khususnya mengagumi orang dewasa, mereka seringkali mecoba menjadi pengikut orang dewasa tersebut dengan cara mengikuti beberapa nilai, keyakinan dan perbuatan. Proses identifikasi inilah menyebabkan anak-anak tersebut merasakan bahwa mereka telah memiliki beberapa sifat dari orang-orang yang dikagumi.

Saran dalam penelitian ini adalah lembaga penyiaran perlu untuk merancang siaran yang ramah anak. Perilaku anak yang menirukan tayangan televisi tidak hanya kesalahan dari lembaga penyiaran namun orang tua juga berperan dalam membimbing anak saat menonton televisi. Orang tua sendiri perlu mengetahui klasifikasi tayangan televisi sehingga dapat membuka komunikasi yang baik dengan anaknya dan dapat mengarahkan mana tayangan yang baik dan tidak baik.Dengan begitu anak tidak akan mudah terpengaruh tayangan televisi dan tidak menonton tayangan yang tidak sesuai dengan usia dan kebutuhannya.