SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Sistem Kredit Semester di SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang Tahun Ajaran 2016/2017

Esa Karina Yanda

Abstrak


ABSTRAK

 

Yanda, Esa Karina. 2017. Implementasi Sistem Kredit Semester di SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Anselmus J.E Toenlioe, M.Pd., (II) Eka Pramono Adi, S.I.P, M.Si

 

Kata Kunci: Implementasi, Sistem Kredit Semester, SMA Negeri 1 Turen

 

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia mulai dari jenjang dasar ataupun menengah masih menggunakan sistem paket, dimana setiap peserta didik menempuh pembelajaran dengan porsi yang sama dalam meyelesaikan proses belajarnya. Hal tersebut sangat bertentangan dengan hakekat manusia sebagai makhluk yang unik, yang tak ada duanya. Dengan sistem paket tersebut peserta tidak dapat belajar sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. Peserta didik yang pandai akan terhambat menyelasaikan proses belajarnya dan sebaliknya peserta didik yang lemah dipaksa untuk megikuti peserta didik dengan kemampuan lebih tinggi. Dalam memenuhi pelayanan pendidikan yang adil sesuai dengan kemampuan peserta didik maka dibutuhkan sebuah sistem yang mampu menampung dan mengatasi kemajemukan yang dimilik oleh setiap peserta didik dan pemeritah mengeluarkan Sistem Kredit Semester melalui Peraturan Pemerintah no. 19 Tahun 2005.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tahapan pelaksanaan Sistem Kredit Semester di SMA Negeri 1 Turen, mendeskripsikan konsep Sistem Kredit Semester di SMA Negeri 1 Turen, mendeskripsikan kekurangan dan kelebihan Sistem Kredit Semester di SMA Negeri 1 Turen, mendeskripsikan dampak setelah melaksanakan Sistem Kredit Semester di SMA Negeri 1 Turen. Analisis data penelitian menggunakan reduksi data yag kemudian dilakukan penyajian data lalu ditarik kesimpulan dan verifikasi.

Hasil penelitian ini yaitu SMA Negeri 1 Turen yang pertama adalah tahapan pelaksanaan Sistem Kredit Semester. Sebelum melaksanakan sistem ini, sekolah melakukan tahapan yang panjang. Pertama sekolah melakukan kajian-kajian dan studi banding ke sekolah yang sudah menggunakan SKS, menyusun konsep dan mensosialisasikan kepada stake holder sekolah serta wali murid. Setelah semua instrumen sistem kredit semster selesai kemudian perwakilan tim pengembang SKS di sekolah mempresentasikannya di depan dinas pendidikan kabupaten Malang. Presentasi di dinas dilakukan selama 3 kali dan kemudian setalah disetujui dinas maka SK Sistem Kredit Semester turun dan sekolah mulai menggunakan sistem tersebut.

Konsep yang digunakan di SMA Negeri 1 Turen adalah kontinue. Konsep ini digunakan karena dianggap paling simpel dan tidak membebani siswa karena jika menggunakan konsep diskontinue, maka siswa yang mengulang atau tidak lulus mata pelajaran maka harus menunggu semester ganjil atau genap berikutnya dimana ada mata pelajaran yang sama.Pelaksanaan Sistem Kredit Semester di SMA Negeri 1 Turen sama dengan sistem paket. Perbedaannya hanya terletak pada pelayanan pembelajaran yaitu 4 semester, 5 semester, dan 5 semester. Perangkat kurikulum yang digunakan juga tidak jauh berbeda dengan kurikulum lain, seperti RPP, Silabus dan lain-lain masih sama hanya pengurutannya yang berbeda.

Kekurangan yang dirasakan setelah sistem tersebut bersumber pada sumber daya orangnya yaitu SDM guru yang beragam, terutama guru senior yang sulit mengikuti perkembangan pendidikan seperti sistem kredit semester ini, siswa kelas X yang masih kurang untuk beradaptasi terhadap sistem ini, dan untuk siswa yang masuk 4 semester beban studi agak terlalu berat. Serta bagi siswa berkemampuan belajar sedang atau rendah kurang mendapat pelayanan yang optimal karena berfokus terhadap siswa berkemampuan belajar tinggi.

Kelebihan yang dialami setelah menggunakan sistem ini adalah sekolah masih bisa melayani siswa dengan kecepatan belajar tinggi, yaitu bisa lulus dalam waktu 2 tahun walaupun program CIBI sudah dihapus. 

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang bisa diberikan bagi sekolah yaitu lebih sering melakukan pelatihan-pelatihan sehingga informasi terhadap guru dan siswa sehingga penguasaan guru lebih mendalam serta untuk mempertimbangkan kembali beban belajar yang digunakan atau penyaringan terhadap siswa 4 semester lebih ketat sehingga siswa yang masuk 4 semster benar-benar mampu menyelesaikan dalam waktu 4 semester dan tidak terbebani. Serta untuk lebih memperhatikan lagi pelayanan pembelajarannya terhadap siswa yang berkemampuan belajar rendah. Bagi guru agar lebih sesering mungkin mecari inovasi dalam pembelajaran sehingga bisa untuk mengikuti gaya belajar siswa. Dan bagi peneliti berikutnya yaitu melakukan penelitian mengenai evaluasi sistem kredit semester.