SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Augmented Reality Video Pada Modul Pembelajaran Teater Nusantara Untuk Siswa Kelas 8 SMPN Wonotirto 2 Blitar

Toga Sib'ro Malisi

Abstrak


ABSTRAK

 

Malisi, Toga Sib'ro. 2017. Pengembangan Augmented Reality Video Pada Modul Pembelajaran Teater Nusantara Untuk  Siswa Kelas 8 SMPN Wonotirto 2 Blitar. Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Saida Ulfa, S.T, M.Edu., Ph.D (II) Yerry Soepriyanto, S.T., M.T.

 

Kata kunci : Augmented Reality, Video, Teater Nusantara

 

Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan. Augmented Reality merupakan salah satu inovasi yang bisa digunakan untuk media pembelajaran dan digunakan dengan bantuan smartphone. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality dalam bidang pendidikan menawarkan pengalaman belajar yang baru dan menarik karena obyek virtual yang dihadirkan oleh Augmented Reality mampu berinteraksi langsung dengan pengguna, sehingga pengguna lebih tertarik dalam belajar. Untuk itu diperlukan suatu tambahan (suplemen) pembelajaran yang bisa menarik minat belajar siswa. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pengembangan mengenai suplemen dengan teknologi Augmented Reality.

Tujuan dari pengembangan ini untuk menghasilkan produk suplemen Augmented Reality video pada modul pembelajaran teater nusantara untuk siswa kelas 8 SMPN Wonotirto 2 Blitar yang valid dan layak digunakan.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Lee dan Owens (2004). Penggunaan model ini didasari alasan bahwa model pengembangan ini memiliki langkah yang lengkap. Pada model ini terdapat beberapa analisis yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) analisis awal hingga akhir yang terdapat 10 analisis, (3) desain, (4) pengembangan, (5) pelaksanaan, (6) penilaian.

Hasil pengembangan media ini divalidasi oleh seorang ahli media, seorang ahli materi, dan diujicobakan kepada 20 siswa, dengan hasil validasi ahli media 98,75% dinyatakan valid, validasi ahli materi 92,5% dinyatakan valid, dan hasil uji coba pada 20 siswa 92,44% dinyatakan valid. Dengan demikian media Augmented Reality video pada modul pembelajaran teater nusantara untuk siswa kelas 8 SMPN Wonotirto 2 Blitar ini layak digunakan sebagai suplemen dalam proses pembelajaran.

Saran yang diajukan kepada guru mata pelajaran seni budaya adalah pada pembelajaran selanjutnya dapat menggunakan media ini sehingga siswa memperoleh sumber belajar yang menarik. Bagi pengembang selanjutnya, produk yang dikembangkan hendaknya disesuaikan dengan sasaran yang ingin dituju. Tampilan  dan format materi yang disajikan dibuat lebih baik lagi, sehingga produk yang dihasilkan lebih jelas serta menarik.