SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ( VISUALISASI LEGENDA MALIN KUNDANG ) PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA POKOK BAHASAN MENYIMAK DONGENG DI SMPLB N KEDUNG KANDANG MALANG

TITIS ANJARIMAWATI

Abstrak


ABSTRAK

Anjarimawati, Titis. 2009. Pengembangan Media Video ( Visualisasi Legenda Malin Kundang ) Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pokok Bahasan Menyimak Dongeng di SMPLB N Kedung Kandang Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof.Dr.H. Muhammad Efendi, M.Pd.,M.Kes, (II) Yerry Soepriyanto, ST, MT

Kata Kunci: video pembelajaran, malin kundang, tunarungu

    Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di sekolah adalah media video. Cerita malin kundang merupakan dongeng yang  biasanya disampaikan dengan buku teks sehingga siswa mengalami kesulitan memahami pesan yang terlalu verbalistik dan materi yang bersifat abstrak terutama bagi anak tunarungu. Untuk itu pengembang mempunyai terobosan dalam pembelajaran melalui pengembangan media video pembelajaran, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar di kelas.
    Tujuan pengembangan media video pembelajaran adalah untuk menyajikan ringkasan dan memberi gambaran yang jelas tentang Legenda malin Kundang yang sukar dihadirkan dihadapan audiens secara langsung dan dapat membantu proses pembelajaran. Langkah-langkah dalam pengembangan media video pembelajaran, diantaranya: (1) identifikasi kebutuhan, (2) analisa tujuan pembelajaran, (3) pengembangan materi pembelajaran, (4) mengembangkan alat evaluasi, (5) menyususn naskah, (6) menyusun petunjuk pemanfaatan, (7) produksi, (8) validasi, (9) revisi dan penyempurnaan. Subjek uji coba pengembangan media ini sebanyak siswa kelas I SMPLB N Kedung Kandang Malang. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket yang diuji coba oleh ahli media, ahli materi, dan siswa. Untuk mengukur hasil belajar menggunakan tes berbentuk pilihan ganda berupa pre-tes dan post-tes. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi ahli media, ahli materi dan siswa menggunakan teknik persentase, sedangkan untuk mengolah hasil belajar siswa digunakan grafik perbandingan.
    Hasil pengembangan media video pembelajaran ini berdasarkan analisis data dari 3 ahli media, 2 ahli materi, dan siwa, kemudian dianalisa berdasarkan atas table spesifikasi sudjana, memenuhi kriteria valid, dengan hasil perhitungan ahli media 90%, ahli materi 94,16% dan siswa individual 84,4% serta siswa kelompok kecil 82,8%. Sedangkan untuk tes hasil belajar menunjukkan media video ini memperikan efek positif terhadap hasil belajar siswa, ini membuktikan bahwa meskipun materi sudah pernah diajarkan ternyata media ini efektif.
    Saran yang diajukan  adalah sebagai berikut: (1) Untuk Guru, media video pembelajaran ini dijadikan sebagai media pembelajaran yang membantu guru dalam proses belajar mengajar. (2) Bagi Kepala SMPLB N Kedung Kandang Malang dan Dinas Pendidikan, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengadaan sumber belajar di sekolah


Teks Penuh: DOC PDF