SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS IV SDN PERCOBAAN 1 MALANG

ISMIATUL FADILLAH

Abstrak


ABSTRAK

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS IV SDN PERCOBAAN 1 MALANG
Ismiatul Fadillah*
Dedi Kuswandi**
Henry Praherdhiono**
*Jurusan TEP FIP UM, email: ismikikyoismiaremanita@gmail.com
**Pembimbing, Jurusan TEP FIP UM, Jl. Semarang 5 Malang 65145
Abstract:  Development of multimedia interactive in English lesson for 4thgrade elementary school student in SDN Percobaan 1 Malang. The purposes of this research is a result of product. The product is an interactive multimedia module in for English lesson about animals in 2nd semester of 4th grade student. The other goal is testing the effective and validation of the developed product. Developing model used are William W.Lee and Diana L.Owens. Validation result of the proper test from this interactive multimedia module showed a valid.

Keyword: Development, module, multimedia, interactive, lesson, english.

Abstrak: Pengembangan Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas IV SDN Percobaan 1 Malang. Tujuan penelitian ini adalah: menghasilkan produk. Produk berupa multimedia interaktif pelajaran bahasa Inggris kelas IV semester II materi pokok animals. Selain itu juga menguji keefektifan serta kevalidan produk yang telah dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model William W.Lee dan Diana L.Owens. Hasil validasi isi terhadap kelayakan modul multimedia interaktif  ini menunjukkan hasil yang valid.

Kata kunci: pengembangan, modul, multimedia interaktif, mata pelajaran, nahasa inggris
Fasilitas pendukung pembelajaran saat ini sudah banyak sekali berkembang diberbagai sekolah negeri di Indonesia. Semakin banyak sekolah-sekolah bertaraf Internasional ataupun sekolah negeri yang telah melengkapi fasilitas pendukung pembelajaran. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya tarik siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan. Fasilitas pendukung tersebut sangatlah berguna untuk guru sebagai alat pelengkap proses pembelajaran. Namun, beragamnya fasilitas pendukung yang sangat canggih seperti LCD Proyektor disetiap ruang kelas atau ruang komputer yang sudah dilengkapi dengan jaringan internet tidak akan berguna jika tidak adanya media pembelajaran.
Banyak sekali sekolah-sekolah di Indonesia yang mempunyai banyak fasilitas pendukung namun kurang bermanfaat karena tidak adanya media pembelajaran yang akan digunakan. Seperti halnya pada SDN Percobaan Malang. Dalam sekolah tersebut sangatlah menfasilitasi guru untuk menggunakan media pembelajaran dalam setiap proses pembelajarannya. Seperti contohnya di SDN Percobaan Malang yang terdapat LCD Proyektor pada setiap kelasnya. Dan juga fasilitas ruang komputer yang memadai dengan jumlah komputer yang banyak dengan kecanggihannya. Fasilitas yang memadai tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu oleh siswa dan guru.
Namun dilihat dari fasilitas pendukung pembelajaran yang memadai seharusnya proses belajar mengajar menjadi sangat menyenangkan untuk para siswa. Namun dalam beberapa pengamatan yang dilakukan pada kelas IV dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Siswa cenderung merasa bosan dengan apa yang disampaikan guru. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya media interaktif yang dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa dapat lebih fokus dalam belajar.
Berdasarkan wawancara dan pengamatan yang dilakukan peneliti, dijelaskan oleh ibu Siti Rosida sebagai guru bahsa Inggris bahwa  pembelajaran bahasa Inggris di kelas IV memang sangat kurang, hal tersebut karena siswa cenderung meras bosan. Dan juga tidak adanya media yang digunakan untuk menarik perhatian siswa.
Dalam pengajaran yang dibantu dengan multimedia, tingkat penguasaan materi yang dicapai peserta didik disesuaikan dengan kemampuannya. Setelah menguasai suatu materi maka akan dilanjutkan dengan materi selanjutnya, ini akan membantu menyelesaikan masalah siswa-siswa yang lamban. Jika pembelajaran telah memanfaatkan multimedia, maka diharapkan akan meningkatkan minat belajar peserta didik. Minat belajar yang dimiliki oleh peserta didik diasumsikan mampu meningkatkan prestasi belajarnya.
Mayoritas siswa saat ini lebih memilih menghabiskan waktu dengan menonton video kartun kesukaannya atau bermain games komputer daripada belajar. Untuk menyiasati nya digunakanlah media Multimedia Interaktif berbasis animasi untuk merangsang kegiatan belajar siswa. Multimedia Interaktif  merupakan salah satu media yang menarik perhatian siswa dalam proses belajar.
Sesuai dengan sifatnya, media audio visual memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan media yang lainnya. Media audio visual dapat membuat konsep yang abstrak menjadi lebih konkrit, dapat menampilkan gerak yang dipercepat atau diperlambat sehingga lebih mudah diamati, dapat menampilkan detail suatu benda atau proses, serta membuat penyajian materi pembelajaran lebih menarik, sehingga proses pembelajaran menadi lebih menyenangkan.
Oleh karena itu peneliti berupaya mengembangkan media pembelajaran interaktif pada siswa kelas V SDN Percobaan Malang untuk mata pelajaran Bahasa Inggris pada bab Animal dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan Speaking sekaligus untuk mengatasi masalah-masalah di atas yang melatarbelakangi dilaksanakannya penelitian ini. Selain itu untuk membuat kegiatan pembelajaran lebih mengaktifkan siswa, kerjasama siswa, dan meningkatkan kreatifitas siswa  SDN Percobaan Malang.

METODE

Dalam penelitian ini akan dikembangkan model penelitian dan pengembangan multimedia untuk pelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan metode pengembangan Model William W. Lee dan Diana L. Owens, sebagai dasar pengembangan multimedia pembelajaran interaktif untuk pelajaran Bahasa Inggris. Dalam model William W. Lee dan Diana L. Owens ada beberapa tahap yaitu tahap analisis dan penlilaian, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi, dan tahap evaluasi.
Alasan memilih model pengembangan William W.Lee dan Diana L. Owens adalah: a) alur pengembangan media memiliki alur komplek atau lengkap mulai dari tahap analisis dan penilaian, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi, dan tahap evaluasi). b) hasil produk lebih maksimal dikarenakan model William W. Lee dan Diana L. Owens proses evaluasi bisa dilakukan dalam masing-masing tahapan sehingga kekurangan bisa segera diketahui. (c) model William W. Lee dan Diana L. Owens lebih tepat pengembangan ini dikarenakan terkaitnya waktu dan keefektifan produk pengembangan  multimedia pembelajaran.
Model Penelitian dan Pengembangan disajikan pada gambar 3.

Tujuan

Tugas
 
Teknologi

Biaya

Front End
 
Peristiwa kritis
      
Data yang masih ada

Situasi
 
Pengembangan dan Implementasi
 
Evaluasi

Validitas
 administrasi pendidikan khususnya dalam bidang manajemen sumber daya manusia dan kepemimpinan pendidikan. Disamping itu juga hendaknya memiliki nilai tambah bagi beberapa pihak terkait antara lain bagi pemimpin Balai Latihan Kerja Industri diharapkan dapat dapat dijadikan sebagai bahan informasi tambahan untuk memperbaiki kinerja kepemimpinannya sehingga akan dapat meningkatkan  iklim organisasi dan meningkatkan kinerja pegawai sehingga akan dapat memperbaiki kualitas organisasinya. Bagi Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan dapat menjadi acuan dan referensi dalam pembelajaran mata kuliah manajemen sumber daya manusia dan kepemimpinan organisasi khususnya pada organisasi pendidikan, sedangkan bagi peneliti lainnya diharapkan penelitian ini bisa dijadikan tambahan teori sehingga nantinya akan dapat melakukan penelitian serupa yang lebih mendalam.