SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Multimedia Pembelajaran pada Mata Pelajaran Matematika di SDN Merjosari II Malang

Rony Agung

Abstrak


ABSTRAK

 

Agung, Rony. 2013. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V Sekolah Dasar Negeri Merjosari II Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan  Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pembimbing:  (I) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd. (II) Yerry Soepriyanto, ST, MT.

 

Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia pembelajaran, Matematika

 

Matematika  merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat kompleks dengan konsep-konsep dan membutuhkan kemampuan guru dalam mengelola kelas, terutama kemampuan guru dalam memanfaatkan media  yang bisa memenuhi 3 tahapan materi luas trapesium dan layang-layang. Terhubung dan terkait dengan 3 tahapan materi yaitu  pengertian, contoh, dan penerapan sehingga perlu multimedia pembelajaran untuk menyajikan ke-3 tahapan materi dan untuk penerapan yang dibutuhakan animasi untuk menerapkan perubahan bentuk dari bangun datar ke bangun dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi di SDN hasil bahwa pada SDN Merjosari II Malang tersedia teknologi yaitu LCD proyektor sehingga perlu pengembangan multimedia pembelajaran untuk kelas 5 mata pelajaran matematika dengan materi luas trapesium dan layang-layang sebagai inovasi pembelajaran matematika di sekolah tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran di kelas V SDN Merjosari II Malang tentang luas trapesium dan layang-layang yang sesuai dengan karakter kebutuhan siswa. Diharapkan multimedia pembelajaran ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran Matematika. Hasil akhir dari kegiatan pengembangan ini adalah produk multimedia pembelajaran dalam mata pelajaran Matematika  untuk siswa kelas 5 SD, yaitu berupa CD dan terdiri dari, (1) materi, (2) petunjuk pemanfaatan, (3) gambar, (4) animasi sederhana, dan (5) audio. Secara teknis pengembangan media pembelajaran ini tidak sama dalam hal penerapannya dalam penyampaian materi pengajaran yang akan diberikan kepada siswa. Pengembangan media pembelajaran ini menyangkut materi-materi Matematika yang telah diringkas sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipahami oleh siswa-siswi kelas 5 SD.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah William W. Lee dan Diana L. Owens yang terdiri dari lima tahapan : (1) analysis dan penilaian, (2) desain, (3) pengembangan dan implementasi, dan (5) evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan ini berupa angket kuisioner yang disebarkan kepada satu ahli media, satu ahli materi, uji coba perorangan dengan 2 orang siswa, dan uji coba kelompok kecil dengan 5 orang siswa, uji lapangan dengan 15 orang siswa.

Hasil uji coba pengembangan multimedia pembelajaran pada ahli media dan materi sebesar  90% (valid) dan 96% (valid). Sedangkan, data hasil uji coba kevalidan dan pengembangan metode multimedia pembelajaran pada audiens atau responden sebesar 92% (valid), dan hasil uji coba audiens  kelompok kecil sebesar 89% (valid) uji lapangan rata-rata pretest (16,66 %) dan post test (87,5 %), peningkatan hasil belajar secara keseluruhan dengan persentase (70 %). Secara keseluruhan berdasarkan kriteria kelayakan produk  dapat disimpulkan bahwa  media pembelajaran tersebut masuk  dalam keterangan valid, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran Matematika untuk siswa kelas 5 SD.

Saran dalam pengembangan multimedia pembelajaran diantaranya diharapkan dalam pengembangan multimedia lebih memperhatikan dalam pemberian navigasi  audio akan menentukan kualitas suara. Saran dalam pemanfaatan bagi guru daharapkan sebelum pembelajaran terlebih dahulu membaca petunjuk pemanfaatan agar selama pembelajaran dapat sesuai dengan petunjuk pemanfaatan. Saran desiminasi yaitu diharapkan media pembelajaran matematika dapat dimanfaatkan pula di sekolah atau di daerah lain. Saran pengembangan produk lebih lanjut yaitu kepada pengembang lain yang akan membuat topik pengembangan yang sama dengan media pembelajaran ini disarankan untuk mengkaji materi yang akan digunakan untuk pengembangan serta mengobservasi terlebih dahulu tempat supaya lebih cermat dalam penentuan dan pemanfaatan sehingga akan lebih efektif dan efisien.