SKRIPSI Jurusan Teknologi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Video Pembelajaran Kete-rampilan Dasar Mengajar Matakuliah Kemampuan Dasar Mengajar Mahasiswa Semester VI Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang

Mincewati Silalahi

Abstrak


ABSTRAK

 

Silalahi, Mincewati. 2011. Pengembangan Media Video Pembelajaran Kete-rampilan Dasar Mengajar Matakuliah Kemampuan Dasar Mengajar Mahasiswa Semester VI  Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Joseph Mbulu,M. Pd, (II) Dr.Agus Wedi,M. Pd

 

Kata Kunci: Pengembangan, Media Video Pembelajaran, Keterampilan Dasar Mengajar .

 

Media video Pembelajaran Kemampuan Dasar Mengajar adalah adalah rekaman gambar hidup atau gambar bergerak yang saling berurutan yang mengkaji karakteristik performansi guru dan kompetensi guru, ketrampilan dasar mengajar: ketrampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilam menjelaskan, keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengelola kelas dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil.

Berdasarkan  hasil observasi dan pengalaman penulis yang pernah mengikuti matakuliah Kemampuan Dasar Mengajar di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, mengalami kurangnya waktu untuk mengkaji keterampilan dasar mengajar secara visual dan mengembangkannya secara praktis. Media-media video pembelajaran yang pernah diproduksi di Jurusan Teknologi Pendidikan berisi materi delapan ketrampilan mengajar secara terpisah atau tidak integral.

Tujuan pengembangan ini adalah : (1)Menghasilkan produk video pembelajaran matakuliah Kemampuan Dasar Mengajar yang dapat  dijadikan sebagai media dalam pencapaian tujuan perkuliahan yang titentukan. (2)Memvalidasi produk  video pembelajaran  yang dikembangkan.

Video pembelajaran ini divalidasi oleh ahli media, ahli materi dan audiens. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi dan observasi kemampuan dasar mengajar mahasiswa.

Adapun hasil uji coba yang telah dilakukan sebagai berikut : (1) ahli media didapatkan skor persentase sebesar 90,5%(2) ahli materi didapatkan skor persentase sebesar 97,5 % (3) Uji coba perseorangan didapatkan skor persentase sebesar 92,25% (4) Uji coba kelompok kecil didapatkan skor persentase sebesar 90,5 % (5) Uji coba lapangan didapatkan skor persentase sebesar 86,7% . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran keterampilan dasar mengajar matakuliah Kemampuan Dasar Mengajar  termasuk  kriteria valid.

Media video pembelajaran ini mempunyai kelebihan yaitu, (1) dapat digunakan secara klasikal untuk pembelajaran di kelas maupun secara individual di luar kelas perkuliahan (2) tidak memerlukan waktu yang lama untuk mempelajari materi (3) background frame dan soundeffect bervariasi menambah motivasi mahasiswa untuk  memperhatikan materi (4) di awal setiap segmen terdapat narasi dalam bentuk audio dan caption yang menjelaskan mengenai pengertian masing- masing keterampilan dasar mengajar (5) materi yang divisualisasikan adalah mata pelajaran Teknik Informasi untuk mendukung keterampilan mahasiswa jurusan Teknologi pendidikan untuk memenuhi prospek lapangan kerja yang membutuhkan guru-guru Teknik Informasi (6) terdapat narasi yang ditampilkan dalam bentuk audio dan caption yang menyebutkan komponen-komponen dan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam menerapkan masing- masing keterampilan dasar mengajar.

Sedangkan kelemahan dari media ini yaitu : (1) Materi yang divisualisasikan pemeran dalam video terbatas hanya materi guru TIK sekolah Dasar (2) harus ada komputer atau laptop untuk melihat tayangan dari media ini.

Berdasarkan hasil pengembangan dan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media video pembelajaran keterampilan dasar mengajar matakuliah Kemampuan Dasar Mengajar  valid/layak digunakan sebagai media pembelajaran.

Beberapa saran pemanfaatan media ini agar dapat digunakan secara maksimal untuk perkuliahan yaitu; (1) bagi dosen, pada saat dosen memanfaatkan media ini dalam proses perkuliahan perlu memperhatikan petunjuk pemanfaatan untuk mengoptimalkan proses perkuliahan (2)bagi  mahasiswa, dalam penggunaan media ini saat melihat tayangan hendaknya disertai dengan membuka buku yang berkaitan dengan materi sehingga apa yang dilihat dapat disesuaikan dengan materi yang ada di buku. (3)bagi Pengembang Selanjutnya, pengembang selajutnya hendaknya lebih memperhatikan sumber materi supaya lebih banyak referensi sebagai pembanding untuk menghasilkan visualisai materi yang lebih bervariasi dalam video.