SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perancangan Instalasi Listrik Masjid Jami Al-Hurriyyah Tumpang, Kab. Malang

Yhendris Arif Eibe

Abstrak


ABSTRAK

 

Arif E., Yhendris. 2010. Perancangan Instalasi Listrik Masjid Jami Al-Hurriyyah Tumpang, Kab. Malang. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono P, M.T., (II). Drs. Slamet Wibawanto, M.T.

 

Kata Kunci: masjid jami Al-Hurriyyah, instalasi listrik, standar, PUIL 2000.

 

 

Instalasi listrik merupakan salah satu bagian terpenting dalam sebuah bangunan. Instalasi listrik dapat dibagi menjadi dua yaitu instalasi penerangan dan instalasi tenaga. Titik-titik beban dalam sebuah bangunan seperti lampu, piranti dan perlengkapan memerlukan aliran listrik yang terdistribusi. Distribusi aliran listrik yang baik berguna untuk mendukung kelancaran aktifitas pengguna di dalamnya. Masjid Jami Al-Hurriyyah sebagai salah satu tempat ibadah harus memiliki instalasi penerangan dan instalasi tenaga yang handal. Beban penerangan semakin meningkat karena kesadaran akan tingkat iluminasi yang memadai bagi kenyamanan melihat dan membaca. Peranti listrik yang digunakan pun semakin beragam sehingga persyaratan instalasi harus mencukupi untuk menghindari gangguan pemutusan sirkit karena beban lebih. Penggunaan komponen listrik yang tidak memenuhi standar dapat mengurangi kualitas penerangan maupun penyaluran tenaga. Faktor keamanan juga tidak boleh diabaikan karena hal tersebut menjadi alasan utama mengapa dilakukan perancangan sesuai dengan standar PUIL 2000. Standar lain yang tidak bertantangan dengan PUIL 2000 memungkinkan untuk digunakan dalam perancangan ini sebagai pendukung.

Langkah perancangan di mulai dari pengumpulan data yang meliputi pencarian layout atau denah Masjid Jami Al-Hurriyyah, fungsi masing-masing ruang, dan dimensi ruang. Pengumpulan data instalasi yang sudah ada juga perlu dilakukan sebagai hasil evaluasi dan pembanding dari hasil perancangan. Untuk perancangan penerangan yang dilakukan meliputi perhitungan intensitas cahaya (E), efisiensi (η), faktor bentuk (K), fluksi (Φ) dan titik penerangan (N). Gawai proteksi meliputi pembagian beban, perhitungan sirkit akhir, sirkit cabang dan sirkit utama untuk penerangan dan tenaga. Pembagian beban harus seimbang agar saat penggunaan tidak mengalami permasalahan. Instalasi penerangan harus dipisahkan dengan instalasi tenaga, dikarenakan apabila terjadi gangguan pada penggunaan daya beban maka penerangan tidak mengalami pemadaman. Perancangan sirkit akhir instalasi tenaga meliputi pemilihan penampang penghantar dan arus pengenal gawai proteksi. Pemilihan penampang penghantar dilakukan dengan dua metode yaitu metode rapat arus dan metode rugi tegangan. Pemilihan gawai proteksi disesuaikan dengan penampang penghantar yang digunakan. Perancangan sistem pentanahan dilakukan dengan memperhatikan resistans jenis tanah di sekitar bangunan. Jumlah elektrode pentanahan yang dibutuhkan ditentukan dengan menyesuaikan resistans jenis tanah dengan resistans pembumian yang diinginkan.

Dari perancangan ulang ini dihasilkan instalasi listrik Masjid Jami Al-Hurriyyah sesuai dengan denah masjid terbaru yang sesuai dengan PUIL 2000 dan persyaratan yang tidak bertantangan dengan PUIL 2000 dalam hal penentuan titik beban, tata letak lampu, penempatan kotak kontak masing-masing ruangan, gawai proteksi, PHB utama, PHB cabang, jenis dan penampang penghantar. Perancangan ini juga dapat digunakan sebagai referensi perancangan ulang instalasi listrik Masjid Jami Al-Hurriyyah Tumpang, Kab. Malang.