SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Klasifikasi Status Gizi Balita dengan Antropometri Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor

Nur Amelia Maulidia

Abstrak


Salah satu indikator kesehatan anak adalah status gizi. Agar gizi balita dapat diketahui maka perlu dilakukan pemantauan status gizi. Pemantauan status gizi merupakan salah satu cara untuk mengetahui pertumbuhan balita, pemantauan status gizi tersebut dapat menggunakan perhitungan Antropometri. Perhitungan Antropometri adalah metode perhitungan status gizi yang dilakukan untuk mengetahui ukuran fisik dengan menggunakan alat ukur tertentu. Perhitungan Antropometri menggunakan 3 indeks penilaian yaitu berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Berdasarkan hasil survey pada posyandu Kelurahan Jodipan diketahui bahwa posyandu di daerah tersebut masih belum memantau status gizi balita berdasarkan 3 indeks Antropometri.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengelompokkan status gizi balita berdasarkan 3 indeks Antropometri dengan menggunakan metode atau algoritma k-nearest neighbor. Setelah dilakukan pengelompokkan maka hasil status gizi tersebut perlu diuji untuk mengetahui kinerja dari algoritma yang digunakan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental adapun setiap tahapnya meliputi pengumpulan data, menerapkan model metode atau algortima yang digunakan, tahap pengujian dan tahap evaluasi agar kesesuaian antara hasil perhitungan Antropometri dengan hasil dari algoritma yang digunakan dapat diketahui.

               Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa klasifikasi status gizi balita berdasarkan 3 indeks Antropometri menggunkan metode k-nearest neighbor memiliki akurasi yang berbeda, nilai k tertinggi pada indeks BB/U adalah k=1, k=3, k=5, k=7 dan k=9 akurasinya sebesar 89,23%. Akurasi terendah berada pada nilai k=15 yaitu sebesar 88,46%  lalu pada indeks BB/TB dapat diketahu performance nilai k pada indeks BB/TB yang tertinggi adalah k=1, dan k=15 akurasinya sebesar 74,23%. Akurasi terendah berada pada nilai k=3, k=5 dan k=7 yaitu sebesar 73,46%. Sedangkan pada indeks TB/U hasil dari performance nilai k pada 3 indeks Antropometri, maka dapat diketahui nilai k pada indeks TB/U memiliki hasil yang sama rata, akurasinya sebesar 73,46%. Hasil tersebut dievaluasi berdasarkan jumlah benar dan salah dari k-fold cross validation. Metode K-Nearest Neighbor dapat digunakan pada permasalahan klasifikasi status gizi balita berdasarkan 3 indeks Antropometri.