SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik Menggunakan Model Pembelajaran Training Within Industry (TWI) Berbantuan Trainer Dibandingkan Dengan Discovery Learning Berbantuan Trainer Pada Siswa Kelas XI Keahlian Teknik Insta

Ika Galih Ni'amfi'antim

Abstrak


Dunia Pendidikan yang semakin maju seiring dengan perubahan zaman harus membawa perubahan agar siswa mampu bersaing di era global seperti sekarang dan memiliki pengetahuan serta keterampilan. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam proses pembelajaran. Kemampuan berpikir kritis dapat meningkatkan hasil belajar kognitif sehingga keduanya saling berhubungan. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, sifat, potensi yang dimiliki, dan tujuan yang ingin dicapai diharapkan dapat menjadi solusi segala permasalahan di dalam proses pembelajaran serta penentu keberhasilan daripada proses pembelajaran.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran Training Within Industry dan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan trainer pada mata pelajaran Instalasi Motor Listrik siswa kelas XI TITL SMK N 1 Kediri. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan penerapan model pretest posttest control design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI program keahlian TITL SMK N 1 Kediri dengan jumlah siswa 68 orang. Uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test dengan taraf signifikansi 5%. Instrumen pengukuran berupa tes kognitif berdasarkan pada indikator kemampuan berpikir kritis.

Hasil Uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,029, maka 0,029 < 0,05 yang berati terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis instalasi motor listrik pada kelas eksperimen A dan B. Hasil penelitian dapat dilihat pada beberapa aspek berikut: (1) nilai rata-rata kelas eksperimen B (86) memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan kelas eksperimen A (83); dan (2) ketuntasan pembelajaran kelas eksperimen A (52,9) lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen B (47,0).

Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan model TWI berpengaruh lebih dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis instalasi motor listrik daripada menggunakan model Discovery Learning. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah model Training Within Industry dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran instalasi motor listrik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.