SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Inkubator Jamur Tiram Otomatis Berbasis Fuzzy Logic Control dan Monitoring IOT (Internet Of Things)

Kusuma As'adul Umam Purnama Yuda

Abstrak


ABSTRAK

Kusuma, As’adul Umam Purnama Yuda. 2019. Inkubator Jamur Tiram Otomatis Berbasis Fuzzy Logic Control dan Monitoring IOT (Internet Of Things). Skripsi. Program Studi S1 Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Eng Mokh. Sholihul Hadi, S.T., M.Eng., (2) Dyah Lestari, S. T., M.Eng.

Kata Kunci: Inkubator Jamur Tiram, NodeMCU ESP8266, Relative Humidity, logika fuzzy, DHT11, LDR, Lampu Led, dan online

Inkubator jamur tiram merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mengendalikan dan memantau perkembangan jamur pada masa pertumbuhan. Proses pertumbuhan jamur tiram tergantung pada faktor fisik seperti suhu dan kelembapan. Jamur tiram dapat tumbuh secara optimal pada suhu dibawah 29°C dan kelembapan udara antara 80-90% Relative Humidity (RH). Sedangkan untuk cahaya yang dibutuhkan dalam perkembangan tidak boleh lebih dari 300 lux. Untuk mengendalikan suhu dan kelembapan dalam penelitian ini bertujuan agar menghasilkan alat yang dapat bekerja secara otomatis dengan kontrol logika fuzzy. Sedangkan untuk cahaya sendiri menggunakan sensor LDR yang akan berfungsi mengaktifkan lampu led jika cahaya lebih dari 300 lux. Aktuator yang digunakan berupa pompa air dan kipas sedangkan sensor yang digunakan adalah sensor DHT11 yang berfungsi untuk mengukur suhu dan kelembapan. Pada sistem ini mengimplementasikan pemonitoringan dan pengontrolan suhu dan kelembaban untuk tempat inkubator jamur tiram agar dapat meningkatkan persentase panen jamur tiram. Pemonitoringan suhu dan kelembaban melalui nodeMCU yang terhubung ke server secara online, server tersebut dapat diakses melaluli aplikasi android yang telah dibuat. Sedangkan untuk penyiraman menggunakan RTC yang dapat berfungsi untuk mengatur waktu penyiraman.

Hasil perancangan sistem yang diperoleh yaitu sebuah alat inkubator jamur tiram pada masa pertumbuhan dengan mempertahankan suhu dan kelembaban sesuai dengan setpoint yaitu suhu 26°C dan kelembaban 80%. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan selama 10 hari dengan baglog jamur sebanyak 5 buah, dengan menghasilkan 1 dari baglog jamur tiram dapat dipanen sebelum waktunya. Sehingga tingkat keberhasilan alat yaitu 90% dengan 1 baglog jamur yang lebih lama memakan waktu tumbuh dari semestinya.