SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EVALUASI PROSES PENYUSUNAN SOAL PADA UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) DENGAN MENGGUNAKAN DISCREPANCY EVALUATION MODEL (DEM) UNTUK PROGRAM KEAHLIAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK DI SMK PGRI 3 KOTA MALANG

Panggalih Abel Dimas Restu

Abstrak


ABSTRAK

Panggalih, Abel Dimas Restu. 2019. Evaluasi Proses Penyusunan Soal pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan Menggunakan Discrepancy Evaluation Model untuk Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK PGRI 3 Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.

Kata Kunci : DEM, SMK PGRI 3, kisi-kisi, Kesenjangan, proses penyusunan  soal USBN

Dalam dunia pendidikan dikenal istilah Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan ujian akhir dari satuan pendidikan yang berstandar nasional. Untuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Penyusunan soal USBN berdasarkan kisi-kisi yang ditetapkan BSNP, 20% - 25% soal USBN berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan 75% - 80% soal disusun oleh pendidik yang selanjutnya dikonsolidasikan di KKG/MGMP, maka soal USBN diharapkan memenuhi syarat instrumen yang baik sehingga memberikan informasi yang valid dan objektif dan instrumen penilaian yang berkualitas.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan pada proses penyusunan soal pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan menggunakan Discrepancy Evaluation Model (DEM) untuk Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK PGRI 3 Kota Malang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode discrepancy evaluation model (DEM). Jenis dan data analisis penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Model evaluasi digunakan ialah model discrepancy yang meliputi empat aspek:

(1) desain,

(2) instalasi,

(3) proses, dan

(4) hasil. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, dan analisis dokumen. Terdapat 4 aktivitas dalam analisis data kualitatif dalam penelitian ini yaitu,  pengumpulan data, reduksi data, penggambaran kesimpulan, dan menampilkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan:

(1) tidak adanya kesenjangan terhadap desain kerena sudah terpenuhi oleh pihak SMK PGRI 3 Malang,

(2) berdasarkan kisi-kisi instrumen soal yang diberikan oleh MGMP sebagai pedoman guru terdapat 6 soal yang tidak sesuai dengan kisi-kisi yang telah diberikan oleh MGMP bahwa adanya kesenjangan terhadap implementasi indikator penyusunan tes (pilahan ganda),

(3) adanya kesenjangan  terhadap proses indikator waktu pelaksanaan,

(4) nilai USBN sekolah berada pada kategori tidak memuaskan sebanyak 49 perserta didik dinyatakan tidak lulus

ABSTRACT

Panggalih, Abel Dimas Restu. 2019. Evaluasi Proses Penyusunan Soal pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan Menggunakan Discrepancy Evaluation Model untuk Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK PGRI 3 Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.

Keywords: DEM, SMK PGRI 3, grid, Gap, the process of compiling the USBN problem.

In the world of education the term National Standardized School Examination (USBN) is the final test of a national standard education unit. For National Standardized School Exams. Preparation of USBN questions based on the grid set by BSNP, 20% - 25% of USBN questions came from the Ministry of Education and Culture, and 75% - 80% of questions were prepared by educators which were subsequently consolidated in the KKG / MGMP, the USBN question was expected to meet instrument requirements which is good so as to provide valid and objective information and quality assessment instruments.

This study aims to determine the gaps in the process of formulating questions on National Standardized School Exams (USBN) using the Discrepancy Evaluation Model (DEM) for Software Engineering Expertise Programs at SMK PGRI 3 Malang City. The method in this study uses the discrepancy evaluation model (DEM) method. The type and data analysis of this study are included in qualitative research. The evaluation model used is the discrepancy model which includes four aspects:

(1) design,

(2) installation,

(3) process, and

(4) results. The instruments used in this research are interview guidelines, and document analysis. There are 4 activities in qualitative data analysis in this study, namely, data collection, data reduction, drawing conclusions, and displaying data. The results of this study indicate:

(1) the absence of gaps in the design because it has been fulfilled by the SMK PGRI 3 Malang,

(2) based on the grid of question instruments given by the MGMP as teacher guidelines there are 6 questions that are not in accordance with the grid that has been given by the MGMP that there are gaps in the implementation of test preparation indicators (multiple choices),

(3) there are gaps in the implementation time indicator process,

(4) school USBN values ​are in the unsatisfactory category as many as 49 students fail.