SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Trainer Human Joint Detection Untuk Matakuliah Pengolahan Citra S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

setiyawan saputra joni

Abstrak


ABSTRAK

Setiyawan, S. Joni. 2019. Pengembangan Trainer Human Joint Detection Untuk Matakuliah Pengolahan Citra S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik

Universitas Negeri Malang. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T. (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D.

Kata Kunci: Human Joint, Trainer, Pengolahan Citra

Pengolahan citra digital merupakan suatu proses dan analisis untuk memanipulasi citra dengan berbantuan komputer yang bertujuan untuk mengolah citra. Pengolahan Citra merupakan materi dari matakuliah Pengolahan Citra yang termuat dalam katalog program S1 Teknik Elektro di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pelaksanaan pembelajaran pengolahan citra yang dilakukan selama ini masih secara konvesional, tanpa adanya kegiatan praktikum. Pembelajaran yang masih secara konvesional menyebabkan tujuan dari standar kompetensi matakuliah pengolahan citra berupa merancang dan menganalisis proses pengolahan citra digital menggunakan bagasa pemrogramn belum dapat tercapai.

Pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran untuk mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa trainer human joint detection dengan bantuan pemrograman Matlab, jobsheet dan manual book. Metode pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan adalah ADDIE. Model Pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahap yaitu

(1) analisis (analysis),

(2) desain (design),

(3) pengembangan (development),

(4) implementasi (implementation), dan

(5) evaluasi (Evaluation). Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan teknik kusioner kepada tiga kelompok responden yaitu validator materi, validator media dan mahasiswa. Instrument yang digunakan dalam  mengumpulkan data berupa angket.

Hasil Pengembangan yang telah dilakukan dengan melakukan uji coba kelayakan terhadap trainer human joint detection melalui tiga tahap, yaitu validasi ahli, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Hasil rata-rata persentase untuk uji validasi ahli sebesar 91,25%. Hasil rata-rata persentase ahli materi, yaitu sebesar 92,5%. Hasil uji coba kelompok kecil didapatkan sebesar, yaitu 80,2%. Hasil uji coba kelompok besar didapatkan rata-rata persentase sebesar 88,07%. Berdasarkan nilai validasi ahli, uji coba kelompok kecil dan besar, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembagkan mendapat nilai rata-rata diatas 80% dan dinyatakan valid dan layak.