SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Ajar Pengendali Sistem Robotik Berbasis Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas XI Bidang Keahlian Teknik Elektronika Industri

Rizqy Luthfianto

Abstrak


 

Buku ajar merupakan salah satu sumber belajar, yakni segala sesuatu yang memudahkan peserta didik memperoleh sejumlah informasi pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan dalam proses belajar mengajar. Dalam mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik kelas jurusan TEI kelas XI SMK Negeri 1 Kepanjen para siswa akan dibantu dalam proses belajarnya melalui buku ajar tersebut. Dari hasil observasi, terdapat beberapa permasalahan dalam pembelajaran, yaitu (1) Belum tersedianya buku ajar dalam mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik kelas XI, (2) Bahan ajar yang digunakan belum sesuai dengan silabus yang ada, (3) Bahan ajar yang digunakan belum mengacu pada Kurikulum 13, sedangkan silabus yang ada saat ini mengacu kepada Kurikulum 13. Untuk itu menurut permasalahan yang ada di SMK Negeri 1 Kepanjen pada mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik adalah dengan mengembangkan buku ajar guru serta siswa berdasarkan kurikulum 2013 dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Metode pengembangan yang akan digunakan dalam pengembangan buku ajar ini adalah metode pengembangan oleh Sadiman, dengan langkah-langkah (1) Identifikasi Kebutuhan, (2) Merumuskan Tujuan Pembelajaran, (3) Merumuskan Butir-Butir Materi, (4) Perumusan Alat Pengukur Keberhasilan, (5) Menyusun Naskah/Draft Media, (6) Melakukan Tes/Uji Coba dan Revisi.

Hasil pengembangan tersebut berupa produk yang berbentuk buku ajar, dan dibagi menjadi dua yaitu buku ajar siswa dan juga buku ajar guru. Acuan yang digunakan di dalam buku ajar tersebut mengacu pada Kurikulum 2013 dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Pengembangan buku ajar tersebut divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Buku ajar tersebut juga sudah diuji cobakan di SMKN 1 Kepanjen melalui uji kelayakan. Hasil angket dari uji coba perorangan didapatkan hasil dari ahli materi mendapatkan skor 90.85% (sangat valid), hasil angket dari ahli media mendapatkan skor 92,53% (sangat valid), hasil angket dari uji coba kelompok kecil mendapatkan skor 92,71% (sangat valid), dan hasil angket dari uji coba lapangan mendapatkan skor 90,35% (sangat valid). Berdasarkan akumulasi skor tersebut dinyatakan buku ajar yang dikembangkan valid dan layak untuk pembelajaran di sekolah.