SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

INTERAKSI KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM SOLVING BERBANTUAN SIMULASI TERHADAP HASIL BELAJAR DASAR DAN PENGUKURAN LISTRIK PADA SISWA KELAS X TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI SMK PGRI 3 MALANG

Nashiroh Hafizhah

Abstrak


ABSTRAK

Nashiroh, Hafizhah. 2019. “Interaksi Keaktifan Belajar dengan Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving dan Problem Solving Berbantuan Simulasi Terhadap Hasil Belajar Dasar dan Pengukuran Listrik pada Kelas X Teknik Pembangkit Tenaga Listrik di SMK PGRI 3 Malang”. Skripsi, Progam Studi Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elekro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (2) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.

Kata kunci : hasil belajar Dasar dan Pengukuran Listrik, keaktifan belajar siswa, model pembelajaran Creative Problem Solving, model pembelajaran Problem Solving, simulasi

Aktivitas siswa dalam belajar di kelas dapat mempengaruhi hasil belajar. Setiap siswa memiliki tingkat keaktifan belajar yang berbeda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

(1) deskripsi hasil belajar Dasar dan Pengukuran Listrik yang dipengaruhi oleh interaksi keaktifan dan penerapan model pembelajaran;

(2) menguji signifikansi interaksi keaktifan siswa dan model pembelajaran terhadap hasil belajar;

(3) menguji signifikansi antar kelas keaktifan siswa dan penerapan variasi model pembelajaran terhadap hasil belajar;dan

(4) mengetahui perbedaan hasil belajar yang paling signifikan antar pasangan kelas.

Desain penelitian yang digunakan adalah true experimental denganrancangan factorial 2 x 2. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua kelas dari siswa kelas X program keahlian Teknik Pembangkit Tenaga Listrik di SMK PGRI 3 Malang. Kedua kelas tersebut akan dikelompokkan menjadi 4 kelompok berdasarkan tingkat keaktifan belajar dengan penerapan model pembelajaran berbantuan simulasi. Pengelompokan dilakukan secara acak berdasarkan tingkat keaktifan belajar dengan cara observasi pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan indikator-indikator yang sudah ditentukan. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalur untuk mengetahui adanya interaksi dan perbedaan hasil belajar Dasar dan Pengukuran Listrik berdasarkan tingkat keaktifan belajar dengan penerapan variasi model pembelajaran berbantuan simulasi.Uji hipotesis selanjutnya adalah uji Post-Hoc Comparasion digunakan untuk mengetahui kelompok hasil belajar yang paling berbeda.

Hasil penelitian ini yaitu:

(1) rata-rata hasil belajar pengetahuan PS1 sebesar 86,6, PS2 sebesar 84,73, CPS1 sebesar 86,06, CPS2 sebesar 75,81 dan rata-rata hasil belajar keterampilan PS1 sebesar 92,46, PS2 sebesar 91,06, CPS1 sebesar 91,46, CPS2 sebesar 82,56;

(2) terdapat interaksi keaktifan belajar dan model pembelajaran berbantuan simulasi terhadap hasil belajar;

(3) terdapat perbedaan yang signifikan antar kelas keaktifan dan penerapan variasi model pembelajaran berbantuan simulasiterhadap hasil belajar; dan

(4) perbedaan paling signifikan hasil belajar pengetahuan terdapat pada kelompok PS1 dengan CPS2, sedangkan untuk hasil belajar keterampilan pada kelompok PS1 dengan CPS2, PS2 dengan CPS2, dan CPS1 dengan CPS2.

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu:

(1) rata-rata hasil belajar pengetahuan PS1 masuk dalam kategori tinggi, PS2 masuk dalam kategori tinggi, CPS1 masuk dalam kategori tinggi, CPS2 masuk dalam kategori rendah dan rata-rata hasil belajar keterampilan PS1 masuk dalam kategori sangat tinggi, PS2 masuk dalam kategori tinggi, CPS1 masuk dalam kategori tinggi, CPS2 masuk dalam kategori sangat rendah;

(2) terdapat interaksi keaktifan belajar dan model pembelajaran berbantuan simulasi terhadap hasil belajar;

(3) terdapat perbedaan yang signifikan antar kelas keaktifan dan penerapan variasi model pembelajaran berbantuan simulasiterhadap hasil belajar; dan

(4) perbedaan paling signifikan hasil belajar pengetahuan terdapat pada kelompok PS1 dengan CPS2, sedangkan untuk hasil belajar keterampilan pada kelompok PS1 dengan CPS2, PS2 dengan CPS2, dan CPS1 dengan CPS2.