SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Trainer Kontrol Sistem Pneumatik Menggunakan Smart Relay untuk Memberikan Pemahaman dalam Pemilihan dan Pengkondisian Sensor sebagai Pemindah Barang untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro dalam Matakuliah Workshop Otomasi Industri

Rusdi Muhammad

Abstrak


ABSTRAK

Rusdi, Muhammad. 2019.Pengembangan Trainer Kontrol Sistem Pneumatik Menggunakan Smart Relay untuk Memberikan Pemahaman dalam Pemilihan dan Pengkondisian Sensor sebagai Pemindah Barang untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro dalam Matakuliah Workshop Otomasi Industri.Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.

Kata Kunci: Pengembangan, Trainer, Modul praktikum, Workshop Otomasi Industri

Pengembangan ini bertujuan untuk:

(1) merancang dan membuat trainer kontrol sistem pneumatik menggunakan smart relay untuk mata kuliah Workshop Otomasi Industri bagi mahasiswa Program S1 Pendidikan Teknik Elektro;

(2) merancang dan membuat modul praktikum trainer kontrol sistem pneumatic menggunakan smart relay untuk mata kuliah Workshop Otomasi Industri bagi mahasiswa Program S1 Pendidikan Teknik Elektro;

(3) menguji kelayakan trainer dan modul praktikum kontrol sistem pneumatic menggunakan smart relay untuk mata kuliah Workshop Otomasi Industri bagi mahasiswa Program S1 Pendidikan Teknik Elektro;

(4) mengetahui efektivitas trainer dan modul praktikum untuk memberikan pemahaman dalam memilih dan mengkondisikan sensor dalam mata kuliah Workshop Otomasi Industri bagi mahasiswa program S1 Pendidikan Teknik Elektro.

Model pengembangan pada pengembangan ini menggunakan model pengembangan Sugiyono. Model pengembangan trainer ini memiliki sepuluh langkah yaitu:

(1) potensi dan masalah;

(2) pengumpulan data;

(3) desain produk;

(4) validasi desain;

(5) revisi desain;

(6) uji coba produk;

(7) revisi produk;

(8) uji coba pemakaian;

(9) revisi produk; dan

(10) produksi produk. Rancangan model pengembangan ini telah sesuai dengan kebutuhan peneliti untuk melakukan pengembangan trainer.

Berdasarkan hasil pengembangan diperoleh hasil persentase rata-rata dari ahli sebesar 89,59% untuk trainer dan 93,50% untuk mdoul praktikum. Persentase uji coba kelompok kecil didapatkan hasil kelayakan sebesar 89,58% untuk trainer dan 89,60% untuk modul praktikum, dan dari uji coba kelompok besar didapatkan hasil persentase kelayakan sebesar 90,00% untuk trainer dan 90,33% untuk modul praktikum. Sedangkan dari hasil uji efektivitas bahan ajar diperoleh persentase kategori paham konsep meningkat  59% , kategori miskonsepsi berkurang sebanyak 10%, dan kategori tidak paham konsep berkurang sebanyak 49%.

Kesimpulan dari pengembangan ini terbukti bahwa trainer dan modul praktikum sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Trainer dan modul praktikum juga mampu memberikan pemahaman konsep mahasiswa S1 PTE 2016 tentang pemilihan dan pengkondisian sensor.