SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pengaruh Perubahan Pembebanan ListrikTerhadap Arus Eksitasi Generator Sinkron Tiga Fasa Pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel MIGAS

Ja'a Khusnul Huda

Abstrak


Listrik merupakan kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat di dunia. Hampir disemua wilayah, masyarakat memerlukan listrik untuk menjalankan berbagai macam kebutuhan. Untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik tersebut maka diperlukan suatu sistem tenaga listrik yang handal agar pasokan listrik dapat terjaga dan terdistribusi secara merata pada seluruh wilayah yang membutuhkan. Pembangkit listrik tenaga diesel adalah salah satu pembangkit tenaga litrik yang sering digunakan di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada dua komponen utama pada PLTD, yaitu generator dan mesin diesel (prime mover). Generator merupakan salah satu mesin listrik yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Mesin diesel adalah mesin yang digunakan untuk menggerakkan generator. Adapun Sistem eksitasi merupakan komponen yang digunakan untuk catu daya DC, sebagai penguatan generator sinkron sehingga generator yang dapat menghasilkan energi listrik dengan tegangan keluaran generator tergantung pada besarnya arus eksitasi. Tegangan terminal atau tegangan output generator sangat dipengaruhi oleh perubahan arus eksitasi.

Pada penelitian ini, dilakukan dengan pengelompokkan beban maksimum dari data operasional yang diambil selama 30 hari mengguanakan Microsoft excel dengan menggunakan grafik hubungan dari variabel yang dianalisis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan sebagai acuan awal adalah data operasional pada PLTD MIGAS dan data pendukung seperti data spesifikasi generator, mesin diesel, sistem eksitasi, thyristor rectifier, batteray charging dan AVR (Automatic Voltage Regulation). Dari hasil analisis ditemukan bahwa semakin meningkatnya beban, maka GGL induksi juga akan meningkat dan arus eksitasi juga meningkat di mana GGL induksi yang diperoleh pada saat kondisi beban daya aktif tertinggi 315,34 KW dan daya reaktif 195,41 KVAR dengan faktor daya 0,85, tegangan output 413,69 Volt, arus eksitasi 188,88 Amper dan arus beban 518,36 Amper, GGL induksi adalah 493,75 Volt. Nilai persentase fluktuasi tegangan pada generator sinkron PLTD MIGAS selama pengamatan mencapai antara angka-1,50 % sampai dengan angka-4,70%. Dalam sistem pasokan listrik, tegangan listrik rata-rata memiliki titik suplai yang bervariasi, yaitu sesuai dengan standar PLN +5% dan-10% dan standar ANSI C 84.1 dijinkan +4% dan- 10% dalam kondisi normal.