SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Motivasi dan Hasil Belajar dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan PembelajaH DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA KOMPETENSI PENGUKURAN LISTRIK MATA PELAJARAN DASAR LISTRIK KELAS X TITL SMK MUHAMMADIYAH 7 GONDANGLEGI

KUSUMA ANDREAS HENDRI

Abstrak


RINGKASAN

Kusuma, Andreas Hendri. 2019. Perbedaan Motivasi dan Hasil Belajar dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pembelajaran Langsung pada Kompetensi Pengukuran Listrik Mata Pelajaran Dasar Listrik Kelas X TITL SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) A.N. Afandi S.T., M.T., M.I.A.Eng, M.I.E.E.E., Ph.D. (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd.

Kata Kunci : Hasil Belajar, Motivasi Belajar, Model Pembelajaran Berbasis Masalah,Model Pembelajaran Langsung

Model pembelajaran adalah sebuah cara belajar peserta didik yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas untuk mencapai kompetensi dasar. Pembelajaran Dasar Listrik dan Elektronika khususnya pada Kompetensi Dasar Pengukuran Listrik di kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegidilaksanakan dengan model pembelajaran langsung yang memusatkan pembelajaran pada guru. Pembelajaran yang berpusat pada guru dapat membuat siswa merasa bosan dalam kegiatan pembelajaran dan berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang maksimal. Untuk meningkatkan hasil dan motivasi belajar, model pembelajaran berbasis masalah dapat diterapkan. Model pembelajaran pembelajaran berbasis masalah menghadapkan siswa pada suatu masalah yang nyata sebagai awal dari sebuah kegiatan pembelajaran sehingga dapat menghasilkan kondisi belajar yang aktif kepada siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk:

(1) Mengetahui perbedaan hasil belajar ranah kognitif Kompetensi Dasar Pengukuran Listrik dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung pada kelas X TITL SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.

(2) Mengetahui perbedaan hasil belajar ranah psikomotorik Kompetensi Dasar Pengukuran Listrik dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung pada kelas X TITL SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.

(3) Mengetahui perbedaan motivasi belajar Kompetensi Dasar Pengukuran Listrik dengan dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung pada kelas X TITL SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen quasy experimental design dengan menggunakan metode pretest-posttest nonequivalent control group design. Kelas eksperimen adalah kelas yang melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol dalah kelas yang melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik kuantitatif untuk menganalisis data kemampuan awal siswa, hasil belajar siswa, dan motivasi belajar siswa. Uji statistik yang dilakukan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata, dan uji hipotesis.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

(1) Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah kognitif Kompetensi Dasar Pengukuran Listrik dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung pada kelas X TITL SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.

(2) Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah psikomotorik Kompetensi Dasar Pengukuran Listrik dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung pada kelas X TITL SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.

(3) Terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar Kompetensi Dasar Pengukuran Listrik dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung pada kelas X TITL SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi