SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Programmed Learning Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Bermuatan Evaluasi Berbasis Tantangan untuk Meningkatkan Logical Thinking Skill pada Siswa Kelas X Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang

Iriyani Hartanti

Abstrak


ABSTRAK

Iriyani, Hartanti, 2019. Pengembangan Bahan Ajar Programmed Learning Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Bermuatan Evaluasi Berbasis Tantangan untuk Meningkatkan Logical Thinking Skill pada Siswa Kelas X Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Wahyu Sakti G.I, M.Kom., (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.

Kata Kunci: Logical Thinking Skill, Bahan Ajar Programmed Learning, Evaluasi Berbasis Tantangan, Pemrograman Dasar

Berdasarkan hasil wawancara, pada kelas X Rekayasa Perangkat Lunak 1 di SMK Negeri 1 Kepanjen sebanyak 25% mendapatkan nilai di bawah KKM pada mata pelajaran Pemrograman Dasar. Namun, 75% siswa yang memperoleh nilai di atas KKM belum tentu bisa dan paham dengan materi Pemrograman Dasar. Hasil belajar siswa tersebut dipengaruhi oleh bahan ajar, metode pembelajaran yang digunakan oleh guru, dan logical thinking skill siswa terhadap pemrograman yang rendah, sehingga siswa susah memahami materi Pemrograman Dasar yang disampaikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dan mengembangkan bahan ajar dengan metode programmed learning bermuatan evaluasi berbasis tantangan pada mata pelajaran Pemrograman Dasar, mengetahui kelayakan bahan ajar, serta meningkatkan logical thinking skill siswa terhadap pemrograman.

Model pengembangan yang digunakan dalam mengembangkan bahan ajar ini adalah model pengembangan ADDIE. Terdapat 5 tahapan pada model ADDIE yaitu:

(1) Analysis;

(2) Design;

(3) Development;

(4) Implementation;

(5) Evaluation.

Teknik pengumpulan data mengunakan angket, soal pretest, dan soal post test. Validasi dan kelayakan produk dilakukan dengan menggunakan angket oleh ahli media, ahli materi, pengguna bahan ajar yang terdiri dari uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Peningkatan logical thinking skill dilakukan menggunakan soal pretest dan angket respon siswa sebelum menggunakan bahan ajar, serta soal post test dan angket respon siswa setelah menggunakan bahan ajar yang diuji dengan uji T.

Hasil validasi oleh ahli media memperoleh persentase sebesar 87,5%, ahli materi memperoleh persentase sebesar 86%, uji coba perorangan memperoleh persentase sebesar 85,20%, uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 86,01%, dan uji coba kelompok besar memperoleh persentase sebesar 88,13% yang dapat dinyatakan sangat layak. Pengukuran logical thinking skill berdasarkan nilai pretest mendapatkan nilai rata-rata sebesar 66,8 dan hasil respon siswa sebelum menggunakan bahan ajar memperoleh persentase sebesar 62,33%, sedangkan berdasarkan nilai post test mendapatkan nilai rata-rata sebesar 80,93 dan hasil respon siswa setelah menggunakan bahan ajar memperoleh persentase sebesar 81,56%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar programmed learning mata pelajaran Pemrograman Dasar bermuatan evaluasi berbasis tantangan dapat meningkatkan logical thinking skill siswa terhadap pemrograman.