SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

REKOMENDASI PEMETAAN KEAHLIAN SISWA TERHADAP SPESIFIKASI LOWONGAN KERJA PADA SISTEM BURSA KERJA KHUSUS MENGGUNAKAN METODE SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING) DI SMK

Septania Nanda Riski

Abstrak


Septania, Nanda R. 2019. Rekomendasi pemetaan keahlian siswa terhadap spesifikasi lowongan kerja pada sistem bursa kerja khusus menggunakan metode SAW di SMK. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.

Kata Kunci: Pemetaan keahlian, Lowongan kerja, BKK, SAW.

Bursa Kerja Khusus (BKK) merupakan sebuah wadah informasi mengenai lowongan pekerjaan terpusat bagi setiap calon lulusan maupun lulusan. Beberapa SMK, seperti SMKN 8 Malang dan SMKN 2 Singosari memiliki sebuah sistem yang mengelola BKK secara offline. Berdasarkan wawancara dengan penanggung jawab BKK sekaligus humas di kedua SMK tersebut, ditemukan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan BKK yaitu:

(1) Sistem yang digunakan bergabung dengan website sekolah,

(2) lowongan kerja yang ditampilkan masih terbatas karena kurangnya sekolah berkomunikasi dengan perusahaan, dan

(3) pemetaan pendaftaran pada saat calon melamar masih dilakukan secara manual

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem serta memberikan penambahan berupa fitur rekomendasi pemetaan keahlian siswa pada setiap spesifikasi lowongan pekerjaan di website kedua sekolah. Fitur yang digunakan untuk merekomendasikan menggunakan metode simple additive weighting (SAW) yang diterapkan pada sistem BKK. Data hasil rangkuman pada form peminatan di kedua SMK digunakan sebagai sumber data yang akan dipetakan dan menjadi dasar data yang akan dipetakan pada lowongan pekerjaan. Rekomendasi pemetaan yang dihasilkan berupa daftar lowongan kerja sesuai dengan keahlian siswa.

Pengembangan sistem informasi BKK ini menggunakan model waterfall dengan tahap pengembangannya meliputi:

(1) communication,

(2) planning,

(3) modeling,

(4) construntion,

(5) deployment. Pengujian yang dilakukan pada sistem berupa aspek fungsionalitas dengan menggunakan teknik pengujian black box.

 

Produk divalidasi oleh dua orang ahli, yaitu ahli I dan ahli II. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli I dan ahli II masing-masing memperoleh presentase kelayakan 100%. Kemudian dari hasil uji coba produk diperoleh presentase kelayakan 97%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kelayakan produk sudah sangat valid karena melebihi batas minimal 76% untuk kriteria sangat valid, sehingga produk dapat dikatakan layak dan dapat digunakan.