SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sistem IoT Deteksi Dini Bencana Banjir Dengan Pemutus Aliran Listrik Otomatis Berbasis Arduino dan ESP8266

Sandy Dimas Kurniawan

Abstrak


RINGKASAN

Sandy, Dimas Kurniawan. 2019. Sistem IoT Deteksi Dini Bencana Banjir Dengan Pemutus Aliran Listrik Otomatis Berbasis Arduino dan ESP8266. Skripsi. Program Studi S1 Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eng. Mokh. Sholihul Hadi, S.T., M.Eng., (2) Dyah Lestari, S.T.,M.Eng.

Kata kunci: Arduino, IoT, ESP8266, nRF24L01, Banjir, Deteksi Banjir.

Indonesia merupakan negara dengan curah hujan yang tinggi, musim penghujan dapat berlangsung selama empat bulan dalam kurun waktu satu tahun. Dengan meningkatnya pembangunan di wilayah perkotaan, menyebabkan semakin sedikitnya daerah penyerapan air. Serta kebiasaan masyarakat membuang sampah pada aliran air, juga merupakan faktor pendukung penyebab terjadinya banjir. Selain dapat menimbulkan kerugian harta benda, banjir juga dapat menimbulkan korban jiwa. Dibutuhkan sebuah sistem monitoring dan peringatan agar menghindari terjadinya korban jiwa dan meminimalisir kerugian materil yang terjadi akibat banjir. Identifikasi masalah akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang dan menggabungkan alat deteksi dini bencana banjir dengan mikrokontroller Arduino. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat yang dapat mendeteksi dini bencana banjir dengan tampilan mobile application berbasis Android.

Deteksi dini bencana banjir ini tersusun atas tiga bagian transmitter dan satu bagian receiver dengan menggunakan komunikasi wireless nRF24L01 dengan tiga level ketinggian air aman, siaga dan bahaya. Pada setiap bagian transmitter dipasang sensor ultrasonik yang digunakan untuk mengukur ketinggian air, dengan menggunakan tiga sensor ultrasonik maka pengukuran ketinggian air dapat dilakukan pada tiga tempat yang berbeda yaitu RT1, RT2 dan RT3 dengan cakupan wilayah yang luas. Pada bagian receiver tedapat relay yang berfungsi sebagai pemutus aliran listrik secara otomatis saat level air dalam kondisi bahaya dan ESP8266 yang digunakan untuk mengirim data ketinggian air ke cloud server Thingspeak serta menggirimkan status level ketinggian air pada twitter yang sekaligus digunakan untuk monitoring pada mobile application berbasis Android. Sistem monitoring ketinggian air ini dibuat agar dapat mudah diakses oleh masyarakat kapan saja dan dimana saja. Sistem peringatan juga dibuat agar dapat menyampaikan peringatan dengan cepat dan memiliki wilayah cakupan yang luas. Dengan menggunakan sistem ini ketinggian air dapat dipantau secara real time melalui cloud server, dan mendapatkan peringatan akan terjadinya banjir melalui status level ketinggian air pada twitter. Sehingga sistem ini dapat membantu terhindar ataupun dapat menekan kerugian yang ditimbulkan dari banjir yang terjadi.

Hasil perancangan dan data yang diperoleh adalah sebuah sistem alat deteksi dini bencana banjir yang dapat dimonitoring melalui smartphone dengan bentuk grafik dan angka sekaligus mengirimkan status ketinggian air pada twitter. Dari pengujian keseluruhan yang diperoleh saat percobaan pengukuran ketinggian air serta mengirimkan data pada jarak tertentu dengan melakukan 10 kali percobaan menghasilkan nilai yang sama saat pengiriman data ketinggian air dari transmitter ke receiver dan pengiriman data dengan jarak maksimal 160-170 meter.