SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Self Concept dan Adversity Quotient Terhadap Kemandirian Memilih Karir Setelah Lulus Bagi Siswa Kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo

Daroini Hasanatut

Abstrak


ABSTRAK

Daroini, Hasanatut. 2019. Hubungan Self Concept dan Adversity Quotient Terhadap Kemandirian Memilih Karir Setelah Lulus Bagi Siswa Kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom.(II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.

Kata Kunci: self concept, adversity quotient, kemandirian memilih karir

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah lembaga pendidikan formal tingkat menengah dengan kekhususan mempersiapkan lulusannya untuk siap bekerja. Namun dalam realitanya banyak siswa yang tidak mampu mandiri menentukan karirnya karena siswa belum mehamami dirinya sendiri atau sering disebut dengan self concept untuk memilih karir sesuai dengan kemampuan agar sesuai dengan harapannya. Selain self concept yang harus dimiliki siswa untuk kemandirian memilih karir adalah adversity quotient. Adversity quotient merupakan kemampuan individu dalam menghadapi kesulitan dengan kerangka kerja konseptual yang tersusun. Adversity quotient dapat mempengaruhi tingkat motivasi berprestasi seorang siswa, sehingga dapat dikatakan siswa yang mempunyai adversity quotient tinggi akan memahami dirinya sendiri dengan baik.

Metode penelitian yang digunakan yaitu ex post facto dengan rancangan  deskriptif korelasional dan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo dengan jumlah populasi sebanyak 214 siswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 143 siswa dengan menggunakan teknik probability sampling. Untuk mengukur variabel X1, variabel X2 dan Y menggunakan instrumen penelitian berupa angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS.

Hasil penelitian yaitu:

(1) kemandirian memilih karir setelah lulus berada dalam katagori tinggi sebesar 77,62%,

(2) self concept berada dalam kategori tinggi sebesar 72,03%,

(3) adversity quotient berada dalam kategori cukup sebesar 58,74%,

(4) kategori kemandirian memilih karir setelah lulus bagi siswa SMKN 1 > SMKN 4 > SMKN 2,

(5) kategori self concept SMKN 4 > SMKN 1 > SMKN 2,

(6) kategori adversity quotient SMKN 1 > SMKN4  > SMKN 2,

(7) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y,

(5) ada hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y, dan

(6) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y.

Kesimpulan penelitian ini yaitu:

(1) ada hubungan positif dan signifikan antara self concept dengan kemandirian memilih karir setelah lulus bagi siswa kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo;

(2) ada hubungan positif dan signifikan antara adversity quotient dengan kemandirian memilih karir setelah lulus bagi siswa kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo;

 

(3) ada hubungan positif dan signifikan antara self concept dan adversity quotient dengan kemandirian memilih karir setelah lulus bagi siswa kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo.