SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Kemandirian dan Hasil Belajar Komputer dan Jaringan Dasar Karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran PBL Dibandingkan Problem Solving yang Dipadukan “POE” pada Siswa TKJ SMK Islam 1 Blitar

Masruroini Muhammad Danial

Abstrak


ABSTRAK

Masruroini, Muhammad Danial. 2019. Perbedaan Kemandirian dan Hasil Belajar Komputer dan Jaringan Dasar Karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran PBL Dibandingkan Problem Solving yang Dipadukan “POE” pada Siswa TKJ SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.

Kata Kunci: hasil belajar, kemandirian belajar, PBL, POE, problem solving

Rendahnya tingkat hasil belajar komputer dan jaringan dasar mempunyai kaitan erat dengan aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Observasi yang telah dilakukan di SMK Islam 1 Blitar mengungkap beberapa faktor mengenai penyebab siswa belum memiliki hasil belajar yang baik. Model pembelajaran sebelumnya yang diterapkan oleh guru lebih banyak menuntut siswa untuk menyelesaikan kompetensi keterampilan mereka, melalui aktivitas praktikum. Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas praktik, tetapi guru tidak begitu intensif dalam memberikan bimbingan. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, perlu dilakukan penerapan variasi model pembelajaran bersifat konstruktivistik. Model pembelajaran yang memungkinkan meningkatkan kemandirian belajar siswa. Sehingga siswa bisa membangun sendiri pengetahuan yang ia miliki. Permasalahan tersebut yang menjadi latar belakang penelitian untuk membandingkan penerapan model pembelajaran PBL yang dipadukan POE (X1) dibandingkan dengan model pembelajaran problem solving yang dipadukan POE (X2). Meneliti pengaruhnya terhadap kemandirian belajar (Y1) dan hasil belajar (Y2) komputer dan jaringan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk:

(1) mendeskripsikan tingkat Y1 karena pengaruh X1 dan X2;

(2) mendeskripsikan tingkat Y2 karena pengaruh X1 dan X2;

(3) mengungkapkan signifikansi perbedaan Y1 antara penerapan X1 dan X2; serta

(4) mengungkapkan signifikansi perbedaan Y2 antara penerapan X1 dan X2.

Rancangan pada penelitian ini menggunakan quasi experiment serta desain penelitian pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X TKJ SMK Islam 1 Blitar sejumlah 67 siswa. Sampel adalah 35 siswa kelas X TKJ 2 sebagai kelas eksperimen A dengan penerapan X1 dan 32 siswa kelas X TKJ 3 sebagai kelas eskperimen B dengan penerapan X2. Instrumen pengukuran berupa lembar observasi kemandirian belajar, soal posttest hasil belajar pengetahuan dan lembar observasi hasil belajar keterampilan. Pengujian terdapat atau tidaknya perbedaan menggunakan uji-t teknik Independent Sample t-Test, dibantu software SPSS 25 for Windows.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan Y1 untuk kelas yang diajar dengan X1 memiliki kategori sangat tinggi dan Y1 untuk kelas yang diajar dengan X2 memiliki kategori tinggi. Hasil analisis Y2 untuk kelas yang diajar dengan X1 dan X2 memiliki kategori sangat tinggi. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t, menunjukkan nilai signifikansi perbedaan kemandirian belajar kelas yang diajar menggunakan X1 dan X2 sebesar 0,012, hasil belajar pengetahuan sebesar 0,045 dan hasil belajar keterampilan sebesar 0,008.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar siswa model problem-based learning dengan model problem solving menunjukkan kategori sangat tinggi dan tinggi. Kemudian hasil belajar siswa diberikan model problem-based learning dan problem solving menunjukkan kategori sangat tinggi. Serta terdapat perbedaan kemandirian belajar dan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran problem-based learning yang dipadukan POE dengan model problem solving yang dipadukan POE.