SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS PENGARUH INTEGRASI PEMBANGKIT TENAGA SURYA DI GARDU INDUK PAKIS PADA SISTEM INTERKONEKSI 150 KV DI MALANG

PRASETIYO MOCHAMMAD ANDRI

Abstrak


RINGKASAN

Prasetiyo, Mochammad Andri.2019. Analisis Pengaruh Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya digardu Induk Pakis Pada Sistem Interkoneksi 150 KV di Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I)ArifNurAfandi, S.T.,M.T.,Ph,D. (II) IrhamFadlika, S.T.,M.T

 

Kata Kunci :Energi Baru Terbarukan, Integrasi Pembangkit, PLTS.

Pengembangan kapasitas pembangkit tenaga listrik diarahkan untuk memenuhi pertumbuhan beban dan pada beberapa wilayah tertentu diutamakan untuk memenuhi kekurangan pasokan tenaga listrik. Pengembangan kapasitas pembangkit juga dimaksudkan untuk meningkatkan keandalan pasokan yang diinginkan dengan mengutamakan pemanfaatan sumber energy didaerah terutama energy baru terbarukan. Pengembangan kapasitas pembangkit tenaga listrik dilaksanakan sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam pemgembangan energy baru terbarukan (EBT) serta program 35.000 MW, pada prinsip pengembangan ini diupayakan secara optimal dengan prinsip biaya penyediaan listrik terendah (least cost).

Penelitian ini menggunakan software yang digunakan simulasi sistem tenaga listrik yang dapat bekerja dalam keadaan offline dan online untuk pengelolaan data real-time atau digunakan untuk mengendalikan sistem secara real-time. Dalam penelitian kali inimenggunakan topology jaringan 150 kV Malang Raya yang nantinya diinterkoneksikan menggunakan Pembangkit Tenaga Surya dan hasil akhirnya berupa perbandingan pada Parameter :Busbar, Beban dan Jaringan.

Berdasarkan hasil yang didapatkan Pada Parameter beban daya aktif, daya reaktif dan arus yang diserap oleh beban terjadi perbaikan nilai pada beban Kebon Agung, Pakis dan Lawang. Dari keseluruhan beban dari ketiga parameter tersebut beban di Pakis mengalami kenaikan yang signifikan, pada daya aktif pada kondisi normal sebesar 21.164 MW menjadi 41.167 MW, daya reaktif pada kondisi normal sebesar 22.809 Mvar menjadi 38.81 Mvar, pada Arus yang diserap pada kondisi normal sebesar 674.3 Amp menjadi 687.3 Amp, untuk Parameter Busbar daya aktif terjadi pada Lawang, Pakis dan Sengkaling dengan kenaikan yang variatif nilainya,Untuk daya reaktif terjadi perbaikan pada beberapa titik beban yaitu : Busbar Wlingi, Busbar Kebon Agung, Busbar Pakis dan Busbar Sengkaling kenaikan tertinggi terjadi pada Busbar Pakis yang dalam kondisi normal sebesar 38.809 Mvar menjadi 67.61 Mvar pada saat penambahan pembangkit di Pakis,Arus yang menagalir pada busbar terjadi perbaikan nilai pada titik tertentu yaitu : Busbar Pakis, Busbar Senkaling, Busbar Kebon Agung dan Infinite Bus, kenaikan nilai arus mengalir yang signfikan terjadi pada busbar Pakis yang awalnya 181.2Amp menjadi 258.2 Amp pada saat penambahan pembangkit di Pakis aktif. Untuk Parameter Jaringan Perbaikan daya aktif terjadi pada Line :Pakis,Infinite Bus, Sengkaling dengan kenaikan yang variatif nilainya. Untuk Daya Reaktif terjadi perbaikan pada beberapa titik Line yaitu : Line Infinite Busbar, Line Lawang, Line Pakis, Line Kebon Agung dengan kenaikan tertinggi terjadi pada Line Pakis yang dalam kondisi normal sebesar 78.23 Mvar menjadi 92.23 Mvar pada saat penambahan pembangkit di Pakis,

 

Kenaikan nilai arus yang dialirkan kebusbar paling signifikan terjadi pada Line Pakis dalam kondisi awal sebesar 57.3 Amp menjadi 73.6 Amp pada saat penambahan pembangkit di Pakis Aktif.