SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PjBL)UNTUK SISWA KELAS X SEMESTER 2PROGRAM KEAHLIAN TEI DI SMK NEGERI 1 BANDUNG TULUNGAGUNG

Farrizal Ansari Kukuh

Abstrak


RINGKASAN

Farrizal, Kukuh, 2019. Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital Berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk Siswa Kelas X Semester 2 Program Keahlian TEI di SMK Negeri 1 Bandung Tulungagung. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.

 

Kata Kunci: Bahan Ajar, Simulasi dan Komunikasi Digital, Modul Cetak

Kriteria minimal lulusan SMK adalah kompeten dalam pengetahuan dan ketrampilan, standar kompetensi ini yang akan menjadi modal dasar bagi siswa ketika mereka lulus dari SMK. Untuk menunjang kompetensi tersebut, diperlukan kelengkapan kebutuhan yang cukup kompleks mulai dari kebutuhan sumber ilmu yaitu bahan ajar, guru yang handal, fasilitas yang memadai, dan kebutuhan yang lainnya.

Bahan ajar adalah kebutuhan yang sangat mendukung tercapainya kompetensi siswa. Bahan ajar yang peneliti kembangkan berupa modul. Selain untuk siswa modul ini juga dibuat untuk guru sebagai bahan memberikan kompetensi dalam mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital. Sehingga kompetensi siswa yang diharapkan bisa terwujud dengan baik.

Peneliti mengembangkan bahan ajar berupa modul cetak mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital kelas X Semester Genap dengan model pembelajaran Project Based Learning yang mengacu pada model pengembangan ADDIE. Urutan dalam mengembangkan bahan ajar dapat diasumsikan sebagai berikut:

1). Melakukan analisis pembelajaran,

2). Mendesain strategi dan kriteria uji  produk materi pembelajaran,

3). Mengembangkan bahan ajar.

Hasil penelitian yang telah dilakukan kepada ahli dan uji coba siswa. Dari ahli media didapatkan nilai rata – rata 93,4%, sedangkan untuk ahli materi didapatkan nilai rata-rata 92,5%. Uji coba skala kecil diambil dari 8 siswa yang diambil secara acak, didapatkan nilai rata-rata 90,4%, kemudian dalam uji coba skala besar atau pemakaian dari yang terdiri dari 36 siswa didapatkan nilai rata-rata 89,2%. Secara keseluruhan bahan ajar ini dikatakan valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran kelas X Semester Genap di SMK Negeri 1 Bandung Tulungagung.

 

SUMMARY

Farrizal, Kukuh, 2019. Print Teaching Module Development based on the Project Based Learning in Digital and Communication Simulation Subject for the Even Semester of 10th Grade Class at 1 Bandung Tulungagung Vocational High School. Undergraduate Thesis, Information and Technology Engineering Education, Electrical Engineering Department, Engineering Faculty, State University of Malang. Supervisors: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.

 

Keywords: Teaching material, Digital and Communication Simulation, Print module.

The minimum criterion of vocational high school graduates is to be competent in various knowledge and skills. This standard competence will be the basic competence for the students when they are graduated from the vocational school. To support the competence, complex necessary requirements are crucial starting from the source of knowledge, such as the teaching materials, expert teachers, adequate facilities, and other requirements.

Teaching material is a requirement that really supports the students’ competency achievement. The teaching material developed here is a module and job sheet. Besides for the students, this module and job sheet is developed for the teachers as a material to provide the competency in digital simulation subject to achieve the students’ expected competence.

The print module of digital simulation subject for the even semester of 10th grade class was developed by the project based learning model referring to the Dick and Carey’s development model. The teaching material development procedures can be presumed as in the following;

(1) conducting the learning analysis,

(2) formulating the learning purpose and developing the product testing criteria,

(3) developing the learning material.

 

Findings show that from the media expert 93,4% of average value was gained; from the material expert 92,5% of average value was gained; from the student testing result of the small scale of 8 students, which is randomly taken, 90,4% of average value was gained; and from the student testing result of the large scale of 36 students, 89,2% of average value was gained. Overall, it can be concluded that the teaching material is valid and feasible to be applied in the learning process of the even semester of 10th grade class at 1 Bandung Tulungagung Vocational High School.