SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN TRAINER SISTEM KENDALI MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR UNTUK MEMAHAMKAN KONSEP PEMROGRAMAN MIKROKONTROLER PADA SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMKN 1 KEPANJEN

Hidayat Andi

Abstrak


ABSTRAK

Hidayat, Andi. 2019. Pengembangan Trainer Sistem Kendali Menggunakan Mikrokontroler AVR untuk Memahamkan Konsep Pemrograman Mikrokontroler pada Siswa Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika Industri SMKN 1 Kepanjen. Skripsi, S1 Pendidikan Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.

 

Kata kunci: media pembelajaran, trainer, sistem kendali, pemrograman, mikrokontroler

Mikroprosesor dan Mikrokontroler merupakan mata pelajaran yang wajib ditempuh siswa jurusan Teknik Elektronika Industri di SMKN 1 Kepanjen pada semester 4 dan semester 5. Jumlah jam pelajaran pada mata pelajaran ini sebanyak 252 jam pelajaran yang mana 1 jamnya sama dengan 45 menit. Observasi yang telah dilakukan melalui wawancara dengan salah satu guru Teknik Elektronika Industri (TEI) di SMKN 1 Kepanjen yaitu Bapak Ari Prabowo, S.Pd. pada tanggal 4 Desember 2017, ditemukan bahwa kompetensi keahlian TEI mempunyai Mata Pelajaran Mikroprosesor dan Mikrokontroler, di dalamnya terdapat salah satu Kompetensi Dasar yang menyebutkan “Membuat program aplikasi sederhana sistem pengendali dengan mikrokontroler”. Sekolah ini mempunyai media pembelajaran berupa trainer mikrokontroler tetapi masih kurang memadai dan memerlukan pengembangan yang lebih baik lagi.

Berdasarkan kompetensi dasar dan kekurangan media pembelajaran yang ada, peneliti melakukan penelitian mengenai pengembangan media pembelajaran berupa trainer untuk memudahkan siswa memahami konsep pemrograman mikrokontroler. Trainer yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler AVR. Penelitian ini fokus terhadap tingkat kelayakan alat yang telah dirancang dan dikembangkan, serta mencari pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Model Pengembangan yang digunakan untuk pengembangan trainer sistem kendali berbasis mikrokontroler ini menggunakan model pengembangan ADDIE.

Pengembangan media pembelajaran yang telah melalui proses validasi ahli, uji coba produk sebanyak 2 kali oleh siswa, dan diimplementasikan kepada siswa. Uji validasi mendapatkan persentase 93.96% (sangat valid) oleh ahli 1, 93.96% (sangat valid) oleh ahli 2, dan 95.68% (sangat valid) oleh ahli 3. Uji coba oleh siswa mendapatkan persentase 88.8% (sangat valid) pada uji coba kelompok kecil dan 92.63% (sangat valid) pada uji coba lapangan. Produk lalu diimplementasikan dalam kegiatan belajar siswa dan mendapatkan nilai rata-rata sebesar 84.5. Hasil tersebut berada diatas Kriteria Ketuntasan Minimal yakni sebesar 75, maka media pembelajaran dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk memahamkan konsep pemrograman mikrokontroler pada siswa.