SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Keaktifan Berorganisasi dalam Membentuk Kemampuan Manajemen terhadap Soft Skill Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Apriansyah Rochmad

Abstrak


ABSTRAK

Apriansyah, R. 2019. Pengaruh Keaktifan Berorganisasi dalam Membentuk Kemampuan Manajemen Terhadap Soft Skill Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T. (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd.

 

Kata Kunci: Keaktifan Berorganisasi, Kemampuan Manajemen, Soft Skill

Peranan mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan berorganisasi akan menumbuhkan kemampuan Soft Skill. Dalam mengikuti kegiatan berorganisasi mahasiswa harus mampu mengatur kemampuan manajemennya, agar dapat seimbang antara prestasi akademik dan prestasi non akademik.  Kemampuan manajemen tersebut meliputi manajemen waktu, manajemen energi, dan manajemen raga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh antara keaktifan berorganisasi mahasiswa (X) dalam membentuk kemampuan manajemen (Y) terhadap soft skill (Z) yang dimiliki mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan penelitian deskriptif korelasional. Metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Jalur. Dalam metode analisis jalur terdapat 3 jenis variabel yakni, Keaktifan berorganisasi (variabel bebas), Kemampuan Manajemen (variabel mediasi), dan Soft Skill (variabel terikat). Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Elektro angkatan 2016 yang terdiri dari 119 mahasiswa. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan  bantuan Software SPSS 20 for Windows.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:

(1) Keaktifan berorganisasi (X) dalam kategori tinggi, kemampuan manajemen (Y) dalam kategori sedang , dan soft skill mahasiswa (Z)  dalam kategori tinggi.

(2) hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa

(a) terdapat signifikansi pengaruh keaktifan berorganisasi dalam membentuk kemampuan manajemen mahasiswa sebesar 0,000 dengan nilai pengaruh 13,2%;

(b) terdapat signifikansi pengaruh keaktifan berorganisasi untuk mengetahui soft skill mahasiswa sebesar 0,000, memiliki sumbangan efektif dan sumbangan relatif sebesar 14,4% dan 31,71%;

(c) terdapat signifikansi pengaruh kemampuan manajemen terhadap soft skill mahasiswa sebesar 0,000, memiliki sumbangan efektif dan sumbangan relatif sebesar 12,3% dan 27,1%; serta

(d) terdapat pengaruh keaktifan berorganisasi dimoderasi kemampuan manajemen terhadap soft skill mahasiswa melalui sumbangan efektif dan sumbangan relatif sebesar 18,7% dan 41,19%. Dari hasil tersebut, dapat diketahui bahwa sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis, dan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian dapat diterima.