SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Matapelajaran Pemrograman Dasar Untuk Kelas X Semester Genap Program Keahlian Teknik Komputer Dan Informatika Di SMKN 1 Boyolangu

Angga Rini Wisudawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Wisudawati, Angga Rini. 2017. Pengembangan Modul Matapelajaran Pemrograman Dasar Untuk Kelas X Semester Genap Program Keahlian Teknik Komputer Dan Informatika Di SMKN 1 Boyolangu. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T., (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.

Kata kunci: pengembangan, modul, pemrograman dasar

Berdasarkan observasi yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Boyolangu, kurikulum yang dilaksanakan saat ini adalah Kurikulum 2013. Siswa belajar dari penjelasan guru dan buku penunjang yaitu BSE (Buku Sekolah Elektronik). Kelemahan dari BSE adalah materi yang terkadang tidak sesuai dengan silabus. Hal ini membuat guru harus menentukan sumber belajar yang tepat bagi siswa. Di SMK Negeri 1 Boyolangu, guru matapelajaran Pemrograman Dasar merujuk pada buku yang berjudul "Algoritma dan Pemrograman" karangan Rinaldi Munir. Selain keterbatasan sumber materi yang diterima oleh siswa, kesulitan lain yang dialami siswa disebabkan karena penggunaan buku ajar yang belum mampu mengoptimalkan kemampuan belajar mandiri siswa. Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul matapelajaran pemrograman dasar semester genap kelas X di SMK Negeri 1 Boyolangu.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada model ADDIE yang telah dimodifikasi sehingga menghasilkan sebuah model pengembangan yang lebih sederhana untuk penelitian pemula. Model ini terdiri atas lima langkah, yaitu: 1) Analyze (analisis), 2) Design (perancangan), 3) Development (pengembangan), 4) Implementation (implementasi), dan 5) Evaluation (evaluasi). Tahap validasi ahli materi dan media diperoleh melalui angket kelayakan modul, sedangkan tahap uji coba diperoleh melalui angket tanggapan siswa.

 

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data hasil pengembangan dan implementasi diperoleh validitas  sebesar 77,93% dari ahli media dan 87,37% dari ahli materi. Kemudian dari hasil uji skala kecil diperoleh validitas sebesar 65,75% dan dari hasi uji skala luas diperoleh validitas 76,50%, sehingga diperoleh persentase rata-rata sebesar 76,88% yang berarti tingkat kelayakannya adalah valid atau layak. Modul pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan jika kelayakannya berada pada interval 75,1-100% (Layak dan tidak perlu revisi). Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan modul matapelajaran pemrograman dasar yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid dan layak digunakan pada proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Boyolangu, Tulungagung.