SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) TERHADAP PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATAPELAJARAN SISTEM KOMPUTER DI SMK ISLAM KOTA BATU

Nimas Dian Fitria

Abstrak


ABSTRAK

Fitria, Nimas Dian. 2017. Komparasi Model Pembelajaran Mind Mapping dan Auditory Intellectually Repetition (AIR) Terhadap Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Matapelajaran Sistem Komputer di SMK Islam Kota Batu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs, Wahyu Sakti Gunawan I., M.Kom., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.

Kata kunci: Mind Mapping, Auditory Intellectually Repetition (AIR), Hasil Belajar, Proses Belajar

Pembelajaran yang dilakukan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki 3 aspek yang harus dicapai oleh siswa. Aspek tersebut terdiri dari 20% program umum, 40% program dasar dan teori kejuruan, dan 40% program praktik kejuruan. Pada dasarnya program dasar dan teori kejuruan memiliki bobot yang sama, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa siswa cenderung mengabaikan aspek program dasar dan kejuruan. Hal ini ditunjukkan dalam proses belajar di dalam kelas. Siswa cenderung malas, merasa bosan dan tidak memperhatikan saat guru menjelaskan. Hal tersebut mengakibatkan dampak terhadap rendahnya hasil belajar siswa. Permasalahan yang muncul tersebut muncul disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah model pembelajaran yang diterapkan. Oleh sebab itu dibutuhkan model pembelajaran yang dianggap mampu mengatasi permasalahan tersebut yaitu model pembelajaran Mind Mapping dan Auditory Intelectually Repetition (AIR).

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui proses belajar siswa setelah diberikan model pembelajaran Mind Mapping dan Auditory Intellectually Repetitin (AIR); (2) mengetahui hasil belajar siswa setelah diberikan model pembelajaran Mind Mapping dan Auditory Intellectually Repetition (AIR); (3) mengetahui perbedaan rerata nilai siswa sesudah diberikan model pembelajaran Mind Mapping; (4) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa setelah diberikan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR); dan (5) mengetahui perbedaan pembelajaran menggunakan model Mind Mapping dan Auditory Intellectually Repetition (AIR).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa ada perbedaan setelah diterapkan model pembelajaran Mind Mapping dan Auditory Intellectually Repetition (AIR). Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis yang menunjukkan hasil Asymp.Sig. 0,033 untuk ranah pengetahuan dan Asymp.Sig. 0,044 untuk ranah sikap, dimana apabila signifikansi ≤ 0,05 maka H0 ditolak. Sementara itu dilihat dari hasil posttest dan penilaian ranah afektif, kelas eksperimen1 dengan perlakuan model pembelajaran Mind Mapping mendapatkan nilai yang lebih baik dari kedua kelas lainnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tersebut dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan yang telah dirumuskan.