SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Pemrograman Web Materi CSS Berorientasi Project untuk Siswa Kelas X RPL di SMK PGRI Wlingi

Sugeng Ichwanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Karakteristik dan kemampuan siswa yang beragam menimbulkan dominasi belajar oleh siswa tertentu, hal tersebut tidak sesuai dengan kurikulum 2013 yang menuntut seluruh siswa untuk aktif belajar. Mernurut pengalaman guru, perhatian siswa akan teralihkan pada hal lain ketika diberi kebebasan untuk mencari sumber belajar diinternet. Agar siswa tetap fokus pada kegiatan belajar bisa dilakukan dengan membatasi akses internet, namun ada konsekuensi yang harus dilakukan yaitu menyediakan bahan ajar utama bagi siswa. Tujuan dari pengembangan ini: (1) merancang bahan ajar interaktif dengan orientasi project; (2) mengembangkan rancangan;(3) memvalidasi pada ahli dan menguji coba bersama siswa; (4) diseminasi di sekolah.

Bahan ajar dikembangkan mengikuti model 5D milik Pranata (2009) yang meliputi: (1) mendefinisikan masalah, tujuan,dan spesifikasi produk; (2) meng­kum­pulkan data; (3) merancang materi, media, membuat prototype produk, dan instrumen validasi; (4) validasi dan revisi produk; (5) membuat panduan peng­gunaan dan penyerahan produk. Kelayakan produk diperoleh melalui: (1) validasi ahli pem­belajaran; (2) validasi ahli media; (3) validasi ahli materi; (4) uji coba ber­sama siswa.Tanggapan dari ahli dan siswa di­terjemahkan dalam skala likert untuk di­hitung berapa presentase kelayakan.

 

Isi bahan ajar yang dibuat terdiri dari ulasan materi, tugas praktik, dan alat evaluasi tugas. Materi bahan ajar disajikan dalam buku digital, tugas praktik dibuat dalam bentuk jobsheet, dan alat ukur (evaluasi) dibuat dalam bentuk web sistem. Berdasarkan hasil validasi ahli, bahan ajar yang dibuat masuk dalam kategori sangat layak dari sisi tampilan, materi, dan nuansa belajar. Kemudian setelah diuji coba, menurut siswa bahasa yang digunakan mudah dipahami, proses belajar lebih menyenangkan, tulisan bebas dari kesalahan, fitur bebas dari error, dapat dipelajari secara mandiri, dan dapat diakses oleh perangkat yang dimiliki siswa secara mayoritas.