SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK SEBAGAI BAHAN AJAR MATERI JARINGAN DASAR PADA SISWA KELAS X MULTIMEDIA SMK NEGERI 1 TUBAN.

gilang lovianindra cipta

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata Kunci     :Modul Digital, Mobile, Jaringan Dasar, Saintifik

Jaringan Dasar adalah salah satu mata pelajaran wajib dasar program keahlian Teknik Komputer dan Informatika (TKI).  Pada SMK Negeri 1 Tuban modul yang digunakan masih berupa modul dari pusat yang hanya mendukung teks dan gambar, sehingga mengharuskan siswa mencari sendiri materi tambahan dari sumber lain seperti internet. Dengan demikian modul yang dipakai kurang menarik dan monoton. Di kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Tuban persentase, bahwa siswa menyatakan kesulitan dalam mempelajari materi Jaringan Dasar dari modul yang disediakan adalah 65%. Kuesioner yang telah disebarkan kepada siswa kelas X-MM SMKN 1 Tuban juga menyatakan, bahwa semua siswa X-MM SMKN 1 Tuban telah menggunakan smartphone dan 91% siswa menggunakan smartphone dengan Operating System Android.

Berdasarkan permasalahan yang terjadi, maka dikembangkan suatu modul yang tidak hanya berisi teks dan gambar saja, namun juga memanfaatkan multimedi lain seperti audio, video dan kuis yang interaktif dengan memanfaatkan smartphonebersistem operasi Android, sehingga mampu menarik perhatian peserta didik untuk secara aktif mempelajari materi Jaringan Dasar. Modul digital interaktif  tersebut mampu membantu guru dan siswa untuk lebih mudah mempelajari materi jaringan dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tuban. Modul digital interaktif ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan alternatif siswa sebagai sumber belajar dan memudahkan siswa dalam mempelajari materi Jaringan Dasar.

Model pengembangan modul digital interaktif ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: (1) analisis kebutuhan media pembelajaran, (2) desain modul digital interaktif, (3) pengembangan modul digital interaktif, (4) implementasi modul digital interaktif, (5) evaluasi. Dalam pengujian sistem menggunakan metode pengujian Black-Box. Metode ini akan meningkatkan kualitas dan validitas semua fungsi perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan fungsionalitas yang telah didefinisikan.

 

Perolelahan skor persentase dari empat tahap uji coba yang telah dilakukan diantaranya: (1)  99% untuk uji ahli materi, (2) 98% untuk uji ahli media, (3) 89% untuk uji perorangan, (4) 88% untuk kelompok kecil, dan (5) 92% untuk uji kelompok besar. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan, bahwa modul digital interaktif jaringan dasar yang telah dikembangkan dinyatakan valid dan layak untuk diterapkan sebagai alternatif media penyampaian materi pembelajaran kepada siswa.