SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Ajar IPS (Sejarah Indonesia) Berbasis Problem Based Learning Bermuatan Nilai Karakter di SMPK Santa Maria II Malang

Elok Yekti Nugrahantini Witjaksana

Abstrak



ABSTRAK

 

PENGEMBANGAN BUKU AJAR IPS (SEJARAH INDONESIA)

BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERMUATAN NILAI KARAKTER

 DI SMPK SANTA MARIA II MALANG

Elok Yekti Nugrahantini Witjaksana

Prodi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang

Email: Elokwitjaksana27@gmail.com

Dewi Sartika no 09 Lumajang

Dosen pembimbing

Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd

 

Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan buku ajar IPS berbasis problem based learning bermuatan nilai karakter untuk SMP. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari Borg & Gall (1983). Data kuantitatif diperoleh dari angket penilaian produk pengembangan yang disusun dengan skala Likert dan analisis data kuantitatif menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar yang disusun memiliki kelayakan dari ahli materi sebesar 89,43%, hasil dari ahli desain penyusunan buku ajar memperoleh penilaian sebesar 89,30%, uji coba pengguna terbatas memperoleh presentase sebesar 87,43% yang berarti valid atau layak digunakan. Dengan demikian, buku ajar IPS dengan kurikulum 2013 ini layak untuk digunakan.

 

Kata Kunci: Buku Ajar, model pembelajaran Problem Based Learning, bermuatan nilai karakter.

 Abstract: Consequently, the aim of the research is to develop a problem-based learning course book of social science with character values content for junior high school students. The research uses modifiedBorg & Gall (1983). Quantitative data is obtained from the questionnaire of product assessment using Likert and the analysis of quantitative data uses descriptive percentage technique. The results shows that the course book product obtains 89.43%,  the result from expert compilers is 89.30%, the result from the test for limited users is 87.43% which means that the course book is valid or feasible.

 

Keywords: coursebook, problem-based learning, character values content

Pemerintah Indonesia terus melakukan peningkatan mutu pendidikan untuk mempersiapkan masa depan bangsa yang lebih baik. Salah satu usaha pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional adalah memperbaiki kurikulum yang digunakan. Untuk memenuhi tujuan kurikulum 2013 tersebut, perlu ada perubahan proses pembelajaran yang awalnya siswa diberi tahu menjadi siswa yang mencari tahu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan buku ajar IPS menggunakan model pembelajaran problem based learning bermuatan nilai karakter untuk sekolah menengah pertama yang terdiri dari buku siswa dan buku pedoman bagi guru.

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa ”buku teks pelajaran adalah sumber pembelajaran utama untuk mencapai kompetensi dasar dan kompetensi inti”. Widodo & Jasmani (2008:40) mengungkapkan bahwa ”bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan”. Pengembangan bahan ajar ini dirasa penting guna menyesuaikan dengan kurikulum dan kondisi lingkungan peserta didik. Bahan ajar yang diharapkan pada kurikulum 2013 adalah buku ajar yang tidak hanya memuat materi dan latihan soal saja, tetapi memuat materi pembelajaran yang bersifat kontekstual, kompetensi yang diharapkan, kegiatan atau proses pembelajaran, serta sistem penilaian.

Selain itu bahan ajar berbentuk buku ajar disusun secara sistematis yang mengaitkan isi materi dengan permasalahan nyata disekitar untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah serta di dalamnya disisipkan nilai karakter jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, gemar membaca, dan tanggung jawab. Menurut Ibrahim Akbar.A(2012:22) sebagai berikut.

Praktek pendidikan di Indonesia cenderung berorientasi pada pendidikan berbasis hard skill (keterampilan teknis), yang lebih bersifat mengembangkan intelligence quotient (IQ), sedangkan kemampuan soft skill yang tertuang dalam emotional intelligence (EQ) dan spiritual intelligence (SQ) sangat kurang. Pembelajaran disekolah bahkan diperguruan tinggi lebih menekankan pada nilai ulangan atau ujian. Banyak guru yang berpandangan bahwa peserta didik dikatakan baik kompetensinya apabila nilai hasil ulangan atau ujiannya tinggi.

Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan yang hanya berbasis hard skill dan menghasilkan lulusan yang berprestasi dalam bidang akademis harus mulai dibenahi, sehingga perlu adanya pendidikan soft skill yang bertumpu pada pembinaan mentalitas agar peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan realitas kehidupan. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional yang terdapat pada pasal 1 UU sisdiknas tahun 2003 yang menyatakan sebagai berikut.

 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan tanggung jawab.

 

Akibatnya ialah lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter nilai – nilai luhur bangsa serta agama, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan tanggung jawab. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pengembangan buku ajar IPS untuk mendukung proses pembelajaran di kelas VIII dengan mengajukan penelitian yang berjudul ”Pengembangan Buku Ajar IPS (Sejarah Indonesia) Berbasis Problem Based Learning Bermuatan Nilai Karakter di SMPK Santa Maria II Malang”.

METODE

Model penelitian dan pengembangan merupakan cara yang digunakan untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji suatu produk berdasarkan prosedur yang sistematis, sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai ilmiah yang tinggi dan dapat dipercaya. Dalam model penelitian dan pengembangan Borg & Gall terdiri dari 10 langkah sebagai berikut.

1.      Research and information collecting, yaitu mengkaji literature dan melakukan observasi guna mengetahui kebutuhan yang diperlukan dalam pendidikan.

2.      Planning, yaitu merumuskan kecakapan dan keahlian yang berkaitan dengan permasalahan, menentukan tujuan yang akan dicapai padasetiap tahapan, dan jika diperlukan melaksanakan studi kelayakan secara terbatas.

3.      Develop preliminary form of product, yaitu mengembangkan bentuk awal dari produk yang akan dihasilkan. Dalam langkah ini perlu melihat buku pedoman serta melakukan evaluasi terhadap kelayakan alat-alat pendukung.

4.      Preliminary field testing, yaitu melakukan uji coba lapangan awal dalam skala terbatas dengan melibatkan subjek sebanyak 9 orang. Pada langkah ini pengumpulan dan analisis data dapat dilakukan dengan cara wawancara, observasi atau angket.

5.      Main product revision, yaitu melakukan perbaikan terhadap produk awal yang dihasilkan berdasarkan hasil uji coba awal.

6.      Main field testing, yaitu uji coba utama yang melibatkan subjek dengan jumlah yang lebih besar.

7.      Operational product revision, yaitu melakukan perbaikan terhadap hasil uji coba lebih besar, sehingga produk yang dikembangkan sudah merupakan desain model operasional yang siap divalidasi.

8.      Operational field testing, yaitu langkah uji validasi terhadap model operasional yang telah dihasilkan.

9.      Final product revision, yaitu melakukan perbaikan akhir terhadap model yang dikembangkan guna menghasilkan produk akhir (final).

10.  Dissemination and implementation, yaitu langkah menyebar luaskan produk atau model yang dikembangkan.

Model yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar IPS khususnya dalam materi Sejarah Indonesia ini diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan Borg & Gall (1983). Rancangan model pengembangan yang akan digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan pada gambar berikut.

1.       Analisis Kebutuhan

2. Pengembangan roduk3. Pengembangan Produk

Aakah Perlu Revisi?

Apakah Perlu Revisi?

9. Revisi Produk ke-3

6. Uji Coba Utama

4. Uji Pengguna terbatas

Tida

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Ya

5. Revisi Produk Ke-1

7. Revisi Produk ke-2

10. Produk Akhir

8. Uji Validitas Produk

Apakah Perlu Revisi?

Langkah Model Pengembangan Borg & Gall yang dimodifikasi

HASIL ANALISIS

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang diperoleh dari hasil wawancara dengan guru dan karyawan diperoleh informasi mengenai permasalahan yang terjadi dan harapan untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan buku ajar IPS khususnya materi Sejarah Indonesia pada pokok bahasan kemerdekaan sebagai modal pembangunan nasional yang terdiri dari buku pedoman guru dan buku pedoman siswa.

Uji Validasi Ahli

Validasi materi dilakukan oleh Bapak Y.Pamungkas, S.Pd yang merupakan guru IPS kelas VIII dan IX di SMPK Santa Maria II Malang, Bapak Dewa Agung G.A, M.Pd yang merupakan dosen di Universitas negeri Malang. Validasi ahli materi Sejarah Indonesia dilaksanakan pada bulan Juli 2015. Dari hasil validasi telah diperoleh data kuantitatif dan kualitatif sebagai berikut.

Data Kuantitatif Hasil Validasi Ahli Materi terhadap Buku Siswa

 

No

Unsur Penilaian

Skor

Presentase (%)

SX

SXi

Kelayakan Isi

1.

Kesesuaian Uraian Materi

55

64

84,6

2.

Keakuratan Materi

41

48

85,42

3.

Kemutakhiran Materi

21

24

87,50

4.

Mendorong Rasa Ingin Tahu

8

100,00

5.

Peluasan Wawasan