SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Pemrograman Web Dinamis Kelas XII Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 12 Malang

Rachmantyo Andika

Abstrak


ABSTRAK

 

Web Dinamis adalah website yang konten atau isinya dapat berubah-ubah. Web yang dinamis telah digunakan di semua bidang yang terkoneksi internet. Pemrograman Web Dinamis merupakan mata pelajaran C3 dalam kurikulum SMK paket keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Mata pelajaran Pemrograman Web Dinamis harus dikuasai siswa SMK karena pentingnya keahlian tersebut di dunia kerja dalam bidang pengembangan websitedan menjadi pilihan keahlian yang diujikan dalam UKK. Dari hasil observasi di SMKN 12 Malang paket keahlian RPL, siswa kesulitan dalam penguasaan materi Pemrograman Web Dinamis. Faktor utamanya karena belum adanya modul ajar yang sesuai dengan silabus Kurikulum 2013. BSE juga belum menyediakan modul elektronik untuk mata pelajaran Pemrograman Web Dinamis. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan modul Pemrograman Web Dinamis untuk siswa SMK.

Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan dan menguji kelayakan modul Pemrograman Web Dinamis yang sesuai dengan silabus Kurikulum 2013 dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL) untuk SMK kelas XII paket keahlian RPL SMKN 12 Malang.

Metode pengembangan yang digunakan mengadopsi metode pengembangan Sugiyono yang memiliki 10 langkah pengembangan, yaitu potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakai, revisi produk, dan produksi masal. Pengembangan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu data penelitian akan dideskripsikan untuk mendapatkan kesimpulan umum dari produk yang dikembangkan. Pengembangan dimulai dari observasi sasaran, kemudian membuat kerangka materi dan mendesain modul. Modul di validasi oleh ahli materi dan ahli media, kekurangan modul akan direvisi dan validasi ulang sampai dinyatakan valid oleh ahli. Instrumen yang digunakan untuk memberikan validasi modul ialah instrumen yang diadopsi dari instrumen penilaian modul teks BSNP tahun 2013. Setelah dinyatakan valid, selanjutnya modul di ujicobakan dalam kelompok kecil dan kelompok besar.

 

Berdasarkan hasil validasi ahli materi yang terdiri dari guru mata pelajaran dan dosen, modul mendapatkan nilai persentase sebesar 84,85%, sedangkan hasil validasi ahli media, modul mendapatkan persentase sebesar 100%. Dari hasil validasi tersebut modul dinyatakan valid dan siap untuk di ujicobakan. Modul di ujicobakan pada kelompok kecil yang terdiri dari 8 siswa dengan nilai persentase sebesar 85,94%. Pada ujicoba kelompok besar yang terdiri dari 30 siswa, modul mendapatkan nilai persentase sebesar 84,75%. Dari hasil ujicoba pada siswa, modul dinyatakan valid sehingga layak untuk digunakan.