SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Ajar Rancang Bangun Jaringan Pada Kelas XII TKJ

Fentaria Hari Basuki

Abstrak


ABSTRAK

 

Basuki, Fentaria Hari. 2013. Pengembangan Modul Ajar Rancang Bangun Jaringan Pada Kelas XII TKJ. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T., (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom.

 

Kata kunci : modul ajar, rancang bangun jaringan, TKJ, kurikulum 2013

Bahan ajar memegang peran penting dalam proses pembelajaran. Tanpa bahan ajar yang memadai, keefektifan proses pembelajaran akan terhambat. Maka, kebutuhan terhadap bahan ajar sangatlah tinggi. Salah satu bahan ajar yang unggul untuk digunakan dalam proses pembelajaran adalah modul. Keunggulan modul adalah bentuknya yang ringkas dan mudah dipelajari. Dari hasil observasi, didapati bahwa di lapangan, ketersediaan modul yang mumpuni masih terbatas, terutama modul yang disediakan untuk menunjang kurikulum 2013.

Dalam penelitian ini, dikembangkan modul untuk mata pelajaran produktif TKJ kelas XII, yaitu untuk mata pelajaran ‘rancang bangun jaringan'. Model pengembangan yang digunakan dalam proses pengembangan modul ini adalah model pengembangan Sugiyono dengan langkah-langkah pengembangan sebagai berikut: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi masal. Jenis data yang diperoleh dari validasi dan uji coba produk berupa data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan pada hasil validasi dan uji coba, diperoleh persentase dari setiap subyek sebagai berikut: (1) validasi ahli media, diperoleh persentase sebesar 91,6 %, (2) validasi ahli materi, diperoleh persentase sebesar 91,18 %, (3) uji coba pada kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 84,17 % dan (4) uji coba lapangan diperoleh persentase sebesar 84,6 %. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk sudah layak dan dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Akan tetapi, perlu diingat bahwa modul yang dikembangkan masih sebatas diuji cobakan dan belum diterapkan pada pembelajaran. Untuk mengetahui efektivitas produk secara nyata, perlu dilakukan penerapan pada pembelajaran di kelas.