SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Problem Based Learning dan Direct Instruction pada Matapelajaran Jaringan Dasar Kelas X di SMK Negeri 6 Malang

Agnes Andani Ra'is

Abstrak


ABSTRAK

 

Andani, Agnes. 2017. Perbedaan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Problem Based Learning dan Direct Instruction pada Matapelajaran Jaringan Dasar Kelas X di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (II) Dr. Hary Suswanto, M.T.

 

Kata kunci: Problem Based Learning, Direct Instruction, Motivasi, Hasil Belajar, Jaringan Dasar.

           

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMK Negeri 6 Malang pada kelas X matapelajaran Jaringan Dasar adalah sebagai berikut: (1) Pembelajaran Jaringan Dasar diajarkan menggunakan model pembelajaran kovensional (Direct Instruction), (2) Hasil belajar siswa masih tergolong rendah kurang dari 75 KKM yang ditetapkan oleh sekolah, (3) Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Hal ini disebabkan guru belum menggunakan model pembelajaran yang tepat dan membuat proses pembelajaran cukup membosankan, (4) menurunya motivasi belajar. Untuk itu agar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran dalam matapelajaran Jaringan Dasar, perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.

            Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui adanya perbedaan yang signifikan berupa hasil belajar pretest dan posttest pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, (2) mengetahui adanya perbedaan yang signifikan berupa hasil belajar posttest pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction, (3) mengetahui adanya perbedaan yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan model pembelajaran Direct Instruction.

            Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Uji-t dan uji Anava. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil pretest dan posttest yang signifikan pada model pembelajaran Problem Based Learning yang dibuktikan dengan nilai rata-rata pretest 61,00 dan posttest 86,64 dengan nilai sig < 0,05 yaitu 0,000. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran Direct Instruction yang dibuktikan dengan nilai rata-rata pretest 57,55 dan nilai rata-rata posttest 73,47. Hal ini dibuktikan dengan nilai sig < 0,05, yaitu 0,000.  

            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efisien dan efektif untuk diterapkan pada matapelajaran Jaringan Dasar di SMK Negeri 6 Malang.