SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Model Pembelajaran Guide Inquiry (GI) dan Project Based Learning (PJBL) Terhadap Kemampuan Logika Pemrograman pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar di SMK PGRI 3 Malang

Aprilia Susi Susanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Susanti, Aprilia Susi. 2014. Perbedaan Model Pembelajaran Guide Inquiry (GI) dan Project Based Learning (PJBL) Terhadap Kemampuan Logika Pemrograman pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Ir.H.Syaad Patmanthara, M.Pd.,

Pembimbing (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.

 

Kata Kunci : Guide Inquiry, Project Based Learning (PJBL), Kemampuan Logika, Pemrograman Dasar

Berdasarkan hasil observasi nilai ulangan pengetahuan siswa yang memiliki nilai dibawah KKM. Siswa hanya berfokus pada tugas proyek tanpa benar –benar memahami pengetahuan dari materi yang diberikan. Untuk memahami mata pemrograman dasar tidak hanya diperlukan kemampuan ketrampilan, tetapi juga dengan kemampuan logika. Pemilihan model pembelajaran yang tepat berperan penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Tujuan  penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui hasil belajar dari kemampuan logika pemrograman pada model pembelajaran Project Based Learning, (2) mengetahui hasil belajar dari kemampuan logika pemrograman pada model pembelajaran Guide Inquiry dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar dari kemampuan logika pemrograman dari 2 model tersebut.

Metode penelitian eksperimen yang digunakan adalah True Experimental Design dengan bentuk Randomized Subject, Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XII-RPL A (32 siswa) sebagai kelas eksperimen dan XII-RPL B (32 siswa) sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang diajar menggunakan model Guide Inquiry dan kelas kontrol adalah kelas yang diajar menggunakan model Project Based Leraning. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen penelitian dan pengukuran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Guide Inquiry memperoleh nilai rata-rata  posttest maksimun 95,0 dan minimum 75,0. Sedangkan kelas kontrol dengan model pembelajaran Project based Learning memperoleh nilai posttest maksimum 85,0 dan minimum 65,0. Kemudian dilakukan uji-t hasil belajar dari kemampuan logika, diperoleh hasil t_hitung=  5,915 dan  t_tabel = 2,000. Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata kemampuan logika kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, dan  terdapat signifikansi perbedaan kemamampuan logika antara kelas eksperimen yang diberi metode GI dengan kelas kontrol yang menggunakan metode PJBL.