SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Keterlaksanaan Pembelajaran Remedial Pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri Kota Malang

Endah Parmadiyanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Pelaksanaan pembelajaran remedial di SMK memiliki beberapa tantangan, diantaranya keterbatasan sarana prasarana penunjang remedial, keterbatasan waktu, keterbatasan guru dan peserta didik. Kasus ini membutuhkan kepiawaian guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran peserta didik tetap semangat belajar. Maka dari itu, diadakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan pembelajaran remedial. Hasil analisis tingkat keterlaksanaan ini digunakan untuk menemukanfaktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran remedial di SMK Negeri Kota Malang.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatifdan dilaksanakan di SMK Negeri di Kota Malang jurusan TKJ. Jumlah populasi sebesar 492 orang.Penentuan jumlah sampel dengan teknikProbability Sampling yaitu Simple Cluster Sampling dan menggunakan teori dari Herry King dengan tingkat kesalahan 5% menetapkan 230 responden yang terdiri dari guru dan peserta didik di SMK Negeri Kota Malang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan lembar observasi dokumen RPP guru.

Hasil penelitian menemukan (a) keterlaksanaan pembelajaran remedial jika ditinjau dari perencanaan pembelajaran masuk kategori tinggi dengan persentase 50,44%. Hasil tinggi pada variabel perencanaan pembelajaran juga ditunjang oleh hasil observasi dokumen RPP guru yang tinggi; (b)keterlaksanaan pembelajaran remedial jika ditinjau dari pelaksanaan pembelajaran masuk kategori rendah dengan persentase 50%; (c) Keterlaksanaan pembelajaran remedial jika ditinjau dari evaluasi pembelajaran masuk kategori tinggi dengan persentase 55,65%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterlaksanaan pembelajaran remedial masih rendah dibagian pelaksanaan pembelajaran. Namun pada bagian perencanaan dan evaluasi sudah masuk kategori tinggi, meskipun belum signifikan. Adapun faktor yang mendukung keterlaksanaan pembelajaran remedial adalah indikator yang menunjukkan kategori tinggi pada hasil analisis instrumen. Sedangkan faktor penghambat pembelajaran remedial ditunjukkan oleh hasil analisis indikator yang masuk kategori rendah.