SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Microsoft Visio untuk Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Gambar Teknik pada Siswa Kelas X SMKN 1 Klabang Bondowoso

Patria Bagas Wiranda

Abstrak


Pendidikan merupakan hal terpenting untuk membangun karakter bangsa yang dapat meningkatkan sumber daya manusia yang aktif, kreatif dan inovatif. Sesuai yang diharapkan pada kurikulum 2013 yaitu pembelajaran menggunakan pendekatan yang bersifat alamiah, model pembelajaran berbasis karakter dan keterampilan. Pendekatan ini menekankan pada perkembangan aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Berdasarkan hasil observasi di SMK Negeri 1 Klabang  jurusan Instalasi Tenaga Listrik, guru masih belum sepenuhnya menerapkan pembelajaran saintifik tetapi cenderung menggunakan model konvensional yang termodifikasi, kebanyakan guru masih belum menggunakan model pembelajaran yang bisa membuat keaktifan dan hasil belajar peserta didik meningkat.

Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang penyampaiannya dilakukan dengan cara menyajikan suatu permasalahan, mengajukan pertanyaan, memfasilitasi penyelidikan, dan membuka dialog. Model pembelajaran seperti ini melibatkan interaksi peserta didik dengan peserta didik maupun peserta didik dengan pendidik, hal tersebut bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, berbobot dan membuat siswa lebih kompetitif. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas, atau biasa disebut PTK yang dapat diartikan sebagai proses investigasi terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan dua siklus dengan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi dimana peneliti akan menganalisa data yang diperoleh dengan cara tes, observasi dan wawancara pada setiap siklusnya.

Hasil penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh peningkatan keaktifan belajar peserta didik pada siklus II sebesar 98,71% dengan kualifikasi “Sangat Baik” dibandingkan pada siklus I, dan hasil belajar peserta didik yang sudah mencapai 100% dengan kualifikasi “Sangat Baik” pada siklus II dibandingkan pada siklus I yang perolehan pertemuan pertama 68,75% dan pertemuan kedua 81,25. Dari hasil tersebut, menunjukkan keberhasilan penerapan model pembelajaran PBL yang bermanfaat untuk menjadikan peserta didik lebih aktif dan komunikatif dalam proses pembelajaran, sekaligus dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.