SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DI SMK NEGERI 6 MALANG

Emy Sulistyani

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan modul elektronik Pemrograman Dasar dengan model Problem Based Learning (PBL) dan untuk mengetahui seberapa layak produk tersebut sebagai sumber belajar untuk siswa kelas X di SMK Negeri 6 Malang. Pengembangn e-modul berbasis PBL disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa kelas X SMK Negeri 6 Malang. Pengembangan e-modul dilakukan untuk memberikan fasilitas dan suasana pembelajaran yang bersifat kontekstual, mandiri dan disesuaikan dengan model kurikulum 2013.

E-Modul yang dikembangkan merujuk pada model pengembangan Dick dan Carey. Terdapat sembilan tahapan pengembangan, yaitu: (1) mengidentifikasi kebutuhan untuk menentukan tujuan umum pembelajaran; (2) melakukan analisis pembelajaran; (3) menganalisis karakteristik siswa; (4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran; (5) mengembangkan instrumen penelitian; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran; (8) mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif pembelajaran; (9) merevisi produk.

Materi yang dikaji dalam e-modul yang dikembangkan adalah bahasa pemrograman Hypertext Preprossesor (PHP). Karakteristik e-modul yang dikembangkan terdapat integrasi PBL, integrasi materi  PHP dan pemaketan produk berupa program aplikasi (.exe). Diharapkan hasil pengembangan e-modul dengan model PBL dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dalam mempelajari materi bahasa pemrograman Dasar PHP. Hasil produk modul elektronik dinyatakan layak digunakan menurut ahli media dan materi dengan persentase 87,1% dan 94,82%, sedangkan menurut tanggapan siswa sebagai respon pengguna dinyatakan layak dengan persentase rata-rata 87,98%. Dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa modul elektronik layak digunakan sebagai pedoman siswa dan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.