SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Fuzzy Logic Controller untuk Pengendalian Sudut Elevasi dan Azimut pada Sel Surya Penjejak Matahari

Tegar Wira Abdillah

Abstrak


Sinar matahari adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Keuntungan dari energi cahaya matahari adalah, energi ini dapat diperoleh setiap hari secara bebas. Energi ini dapat diolah menjadi tenaga listrik, dengan sebuah perangkat, yaitu sel surya. Titik optimal penyerapan energi matahari adalah, posisi matahari berada tegak lurus dengan panel surya. Jika kondisi ini tidak terpenuhi, hal ini menyebabkan energi yang diserap tidak optimal. Sehingga dibutuhkan perangkat penjejak matahari. Pada penelitian sebelumnya, sensor berbasis cahaya matahari yang digunakan untuk mengikuti arah matahari masih memiliki kelemahan, yaitu: intensitas cahaya pada wilayah tropis sangat tinggi yang menyebabkan nilai antar sensor sama, dan hanya bekerja dalam salah satu kondisi saja, yaitu pada saat cerah/mendung saja.

Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah: (1) Membuat sistem penjejak sinar matahari; (2) Merancang sensor dan kendali yang mampu menentukan posisi pergerakan sinar matahari; (3) Membandingkan hasil pergerakan posisi panel surya dengan Fuzzy Logic Controller dan non Fuzzy Logic Controller; (4) Membandingkan hasil pengisian aki dengan dengan Fuzzy Logic Controller and non Fuzzy Logic Controller.

Model pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah model pengembangan Systems Development Life Cycle (SDLC) yang telah disesuaikan dengan objek penelitian. Langkah-langkahnya adalah: (1) planning, (2) analysis, (3) design, (4) implementation, (5) maintenance. Penelitian ini menghasilkan sebuah prototype penjejak matahari.

Hasil dari prototipe penjejak matahari yang menggunakan Fuzzy Logic Controller memiliki keunggulan dari non Fuzzy Logic Controler yaitu: tegangan dan arus pengisian yang diterima oleh panel surya lebih stabil sehingga menyebabkan pengisian lebih cepat 1 jam, dan hasil range kesalahan (errror) ketepatan posisi sudut menjadi lebih kecil. Sehingga, range kesalahan sudut elevasi berkurang sebesar 45,78% dan sudut azimut berkurang sebesar 73,32%.