SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Ajar untuk Mata Pelajaran Pemrograman Grafik Kelas XII RPL Semester 1 di SMK Negeri 12 Malang

Wildan Mochamad Arif Kadafi

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Pelajaran pemrograman grafik merupakan pelajaran peminatan pada setiap kelas XII untuk bidang keahlian RPL di SMKN 12 Malang yang berpedoman pada Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru serta observasi, selama ini belum adanya sumber belajar pegangan yang sesuai. Hal ini dikarenakan mata pelajaran ini masih dikategorikan dalam mata pelajaran baru untuk Jenjang SMK. Selama ini sumber materi yang diajarkan masih terpecah-pecah dari berbagai sumber, baik dari buku maupun internet. Dengan ketidak adaan sumber belajar seperti halnya modul pegangan siswa, dan keterbatasan kelengkapan alat penunjang siswa mengakibatkan kurang tertariknya minat siswa dalam mempelajari pemrograman grafik. Sehingga dibutuhkan eksperimen berupa pengembangan yang dibuat guna mengembangkan modul ajar mata pelajaran pemrograman grafik.

Pengembangan modul ajar pemrograman grafik SMK kelas XII semester 1 ini menggunakan model pengembangan dick and carey yang terdiri dari 9 tahap, yaitu: a. Mengidentifikasi tujuan bahan ajar; b. Melakukan analisis bahan ajar; c. Mengidentifikasi kemampuan awal; d. Menentukan tujuan performansi; e. Mengembangkan kriteria untuk uji produk; f. Mengembangkan strategi pembelajaran; g. Mengembangkan dan menyeleksi bahan ajar; h. Merancang dan melaksanakan penilaian formatif; i. Revisi.

Hasil dari pengembangan ini berupa modul cetak pemrograman grafik untuk guru dan siswa. Setelah dilakukan uji coba, didapatkan hasil persentase sebesar 86,8% dari ahli media, 89,8% dari ahli materi, 87,3% dari uji kelompok kecil, dan 88,4% dari uji kelomok besar. Sehingga persentase rata-rata menurut ahli didapatkan nilai persentase sebesar 88,3%. Sedangkan persentase rata-rata oleh responden berupa siswa dari kelompok kecil dan kelompok  besar siswa sebesar 87,9%. Maka menurut kriteria kelayakan oleh Akbar dan Sriwiyana (2011:207), modul ini dinyatakan sangat valid dan layak digunakan.