SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar untuk Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Bangil

Rizka Khumairoh

Abstrak


ABSTRAK

Khumairoh, Rizka. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar untuk Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Bangil. S. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (2) Heru Wahyu Herwanto , S.T., M.Kom

 

Kata kunci : media pembelajaran, multimedia, pemrograman dasar, kurikulum 2013, Mind Mapping.

 

Di era globalisasi terjadi perkembangan yang pesat di segala bidang, termasuk dunia pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah menciptakan kurikulum 2013. Tetapi untuk beberapa mata pelajaran seperti mata pelajaran pemrograman dasar masih belum tersedia buku pegangan bagi guru maupun siswa. Hasil observasi pembelajaran pemrogaman dasar menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Bila tidak ada variasi dalam penyampaian materi pembelajaran, hal ini dapat menyebabkan siswa menjadi bosan. Selain itu para siswa mengalami kesulitan belajar di  mata pelajaran pemrograman dasar.

 

Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan media pembelajaran multimedia interaktif. Media pembelajaran ini akan dilengkapi dengan mind map, agar siswa lebih memahami materi yang cukup banyak dalam jam pelajaran yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran pemrograman dasar untuk siswa kelas X di SMK, melakukan pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif untuk mata pelajaran pemrograman dasar, dan melakukan pengujian kelayakan media.

 

Media pembelajaran ini dikembangkan menggunakan model pengembangan Luther-Sutopo. Validasi media pembelajaran dilakukan oleh satu orang ahli media dan dua orang ahli materi serta dari segi pengguna dinilai sebanyak 45 siswa. Data di hitung persentasenya dengan menggunakan rumus validitas menurut Akbar (2013). Setelah diketahui tingkat persentase validitas, angka tersebut juga dicocokkan dengan kriteria kelayakan produk dari Akbar (2013).

 

Berdasarkan analisa keseluruhan, validasi media diperoleh persentase 90,63%, validasi ahli materi diperoleh persentase 90,32%, uji coba produk pada siswa diperoleh persentase 86,78%, sehingga dari keseluruhan validasi diperoleh persentase rata-rata 89,24% yang dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran valid dan dapat digunakan tanpa revisi, namun perlu memperhatikan saran yang telah diberikan oleh subjek penelitian untuk menyempurnakan produk media pembelajaran yang telah dikembangkan.